Pernah Terima Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu, Penjual Makanan di Bogor Ini Masih Was-was

Lisya mengaku khawatir jika uang palsu itu dia terima dari pembeli di warungnya ketika menerima uang pembayaran.

Pernah Terima Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu, Penjual Makanan di Bogor Ini Masih Was-was
TribunnewsBogor.com/Aris Prasetyo Febri
kantin lisya 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Aris Prasetyo Febri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN – Peristiwa ditangkapnya pengedar uang palsu di kecamatan Bogor Timur menimbulkan sejumlah respon dikalangan masyarakat Kota Bogor.

Salah satunya adalah Lisya (44) warga Tajur yang juga sebagai pengusaha warung makan di Bogor Selatan.

Lisya mengaku khawatir jika uang palsu itu dia terima dari pembeli di warungnya ketika menerima uang pembayaran.

"Waktu saya lihat di televisi itu kaget, wah kok di Bogor, takutnya kan ada yang bayar makan pakai uang palsu disini," ujar Lisya, Rabu (28/3/2018).

Hal itu menyebabkan dirinya selalu memeriksa ulang lembaran uang yang didapat dari para pembeli.

"Saya cek manual aja caranya uang kertas itu diraba, dilihat, sama diterawang, tapi ya kalau lagi ramai pembeli bingung jadi susah kan periksa satu-satunya," kata Lisya.

Wanita itu menyatakan belum bisa memiliki alat pendeteksi uang palsu sendiri untuk ditempatkan di meja kasir warung makannya.

"Nanti kalau ada rejeki mah insyaallah beli supaya lebih aman ya," kata Lisya.

Dari penuturan Lisya, dia pernah mengalami penipuan uang palsu sebanyak Rp 300 ribu pada beberapa waktu yang lalu sebelum kasus ditangkapnya pengedar uang palsu berjumlah Rp 6 Miliar itu.

"Sudah lama sih tapi saya pernah terima tiga lembar uang Rp 100 ribu yang ternyata palsu," ucapnya.

Baca: Tiga Pengedar Uang Palsu Asal Bogor Diringkus Polisi, Uang Palsu Sebanyak Rp 6 Miliar Gagal Beredar

Lisya yang tidak mengetahui ternyata uang tersebut adalah uang palsu, tetap membawanya ke sebuah toko elektronik untuk membeli handphone.

"Niatnya saya tabung karena mau beli handphone, pas tahu ternyata palsu ya jadi rugi saya nombok Rp 300 ribu," pungkasnya.

Dengan ditangkapnya para pengedar uang palsu, Lisya berharap dijauhkan dari peredaran uang palsu di warung makan miliknya.

"Amit-amit jangan sampai mas, kita mah satu lembar Rp 20 ribu juga berharga alhamdulillah, tapi kalau ternyata palsu mah bikin kesel ," ujarnya.

Penulis: Aris Prasetyo Febri
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved