Prostitusi di Kalibata, Politisi PKB Sebut Pemprov DKI Jakarta Ceroboh

Selain pemuliaan perempuan dan anak, Abdul Azis, juga menyampaikan sorotan Fraksi PKB terhadap peningkatan kualitas kepemudaan dan olahraga.

Prostitusi di Kalibata, Politisi PKB Sebut Pemprov DKI Jakarta Ceroboh
Businessinsider
Ilustrasi prostitusi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Perwakilan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD DKI Jakarta, Abdul Azis, menyoroti pemuliaan perempuan dan anak pada draft Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Dalam pandangan umumnya terkait RPJMD, Abdul Azis menyebutkan masih adanya bisnis prostitusi di Apartemen Kalibata City menandakan cerobohnya Pemprov DKI dalam pengawasan.

Selain di Apartemen Kalibata, anggota Fraksi PKB tersebut juga menyoroti tempat lainnya yang masih terdapat bisnis prostitusi yang mengeksploitasi perempuan.

"Pemuliaan perempuan dan anak terkuaknya bisnis prostitusi di apartemen Kalibata City beberapa waktu yang lalu menandakan bahwa pemerintah DKI Jakarta masih ceroboh dalam melakukan pengawasan terhadap apartemen maupun tempat-tempat terselubung yang dijadikan lahan prostitusi dengan mengekploitasi kaum hawa, Mohon tanggapanya," kata Abdul di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih,  Jakarta Pusat, Senin (2/4/2018).

Baca: Buka Praktek di Apartemen Kalibata, Tiga Mamih dan Satu Papih Pasang Tarif Rp 2,5 Juta Permalam

Baca: Pengakuan Perawat Setya Novanto Tak Disangka, Sebut Buka Kancing Baju Hingga Menangis di Pengadilan

Selain pemuliaan perempuan dan anak, Abdul Azis, juga menyampaikan sorotan Fraksi PKB terhadap peningkatan kualitas kepemudaan dan olahraga.

Fraksi PKB menilai pemuda sebagai masa depan bangsa, dan bantuan dana pada setiap cabang olahraga menjadi penting.

"Kami sepakat bahwa pemuda adalah masa depan bangsa, oleh karena itu perlu prioritas pemerintah untuk mengalokasikan anggaran yang cukup untuk kegiatan kepemudaan dan keolahragaan, pemda DKI perlu memfasilitasi sarana olehraga yang cukup dan baik untuk kebutuhan masyarakat berolah raga," ujarnya.

"Disamping itu pemda DKI perlu memberikan dana hibah kepada seluruh induk cabang olah raga untuk kegiatan pembinaan dalam mencetak atlet-atlet olahraga DKI Jakarta, sedangkan anggaran untuk pemantapan dan target prestasi olahragaan DKI melalui KONI. Mohon tanggapanya," kata Abdul Aziz.

(TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved