Terawan Disarankan Lakukan Riset Ilmiah untuk Buktikan Terapi Cuci Otak

Pintu untuk bantahan terhadap metode Terawan juga dibuka lebar melalui proses riset ilmiah dan akademis.

Terawan Disarankan Lakukan Riset Ilmiah untuk Buktikan Terapi Cuci Otak
Kompas.com
Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto enggan menanggapi perihal keputusan pemberhentian sementara dari keanggotan IDI yang dikeluarkan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Persatuan Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) terhadap dirinya, Rabu (4/4/2018).(KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Riset ilmiah diangggap menjadi solusi terkait kontroversi "cuci otak" dr Terawan Agus Putranto terhadap pasien stroke.

Pintu untuk bantahan terhadap metode Terawan juga dibuka lebar melalui proses riset ilmiah dan akademis.

Hal ini disampaikan oleh Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar yang menjadi tempat Terawan meraih gelar doktornya.

Kepala Humas dan Protokol Universitas Hasanuddin (Unhas) Ishaq Rahman, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/4/2018), menyarankan Terawan untuk menjalin komunikasi dengan IDI untuk meredakan kontroversi di masyarakat.

"Soal kode etik, itu adalah urusan IDI dan yang bersangkutan. Dalam data Unhas, Terawan masuk sebagai mahasiswa program doktor pada semester ganjil tahun 2012 dan menyelesaikan kuliah pada Agustus 2016,” kata Ishaq.

Prof dr Irawan Yusuf, PhD, yang menjadi promotor Terawan Agus Putranto saat mengambil program doktor di Unhas, juga berkata bahwa Terawan memang mendalami terapi stroke dalam disertasinya dan menunjukkan bahwa heparin dapat membuka penyumbat pembuluh darah.

"Penanganan stroke harus cepat. Jika tidak, jaringan otak bisa mati. Jika jaringan otak mati, penyembuhan susah. Makanya banyak pasien stroke yang lumpuh dan lama. Dengan membuka sumbatan lebih cepat, pengobatan konvensional dapat dilakukan dengan efektif. Metode ini memperpanjang window period dan gejala klinis membaik,” kata Irawan.

Seperti diketahui, Judul desertasi Terawan adalah "Efek Intra Arterial Heparin Flushing (IAHF) terhadap Regional Cerebral Blood Flow (rCBF) Motor Evoked Potentials (MEPs) dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis".

Irawan pun menambahkan bahwa metode penggunaan zat heparin memang mencegah pembekuan pembuluh darah.

Namun, belum pernah dibuktikan bagaimana mekanisme heparin membuka sumbatan tersebut.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help