Ternyata Ini Alasan Kenapa Masyarakat Sulit Dapatkan Premium

Direktur Pemasaran Pertamina M Iskandar mengungkapkan, pihaknya membantah melakukan pembatasan penjualan premium.

Ternyata Ini Alasan Kenapa Masyarakat Sulit Dapatkan Premium
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Petugas mengisi bahan bakar minyak jenis Premium ke tanki mobil konsumen di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2015). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Beberapa waktu terakhir banyak keluhan dari masyarakat terkait sulitnya memperoleh pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium.

Terkait hal ini, PT Pertamina (Persero) memberikan penjelasannya.

Direktur Pemasaran Pertamina M Iskandar mengungkapkan, pihaknya membantah melakukan pembatasan penjualan premium.

Ia menuturkan, saat selisih harga Premium dengan Pertalite di bawah Rp 1.000 per liter, masyarakat berbondong-bondong beralih ke Pertalite.

Akan tetapi, kenaikan harga minyak dunia sepanjang tahun 2017 dan berlanjut ke tahun 2018 memaksa Pertamina menaikkan harga pertalite.

Baca: Kesal Disebut Biang Keladi Acara Ruben Onsu Ditegur KPI, Lucinta Luna Bungkam Netizen Dengan Ini!

Sepanjang Januari sampai Maret 2018, harga naik sebesar Rp 300 per liter.

Kondisi tersebut membuat jarak harga premium dengan pertalite semakin jauh.

Akibatnya, masyarakat pun beralih untuk kembali mengonsumsi premium.

"Itu kembali ke aspek pasar, waktu harga rendah orang geser ke Pertalite. Premium yang ditahan (harganya), sedangkan Pertalite naik, akhirnya orang kembali ke Premium," kata Iskandar di Gedung DPR MPR RI, Selasa (10/4/2018).

Iskandar menyebut, pada saat konsumsi premium mengalami kenaikan, pasokan SPBU belum disesuaikan dengan realisasi konsumsi yang ada.

Pada akhirnya, kondisi ini menimbulkan anggapan Pertamina menjatahi pasokan Premium.

Baca: Maia Estianty Bantah Bully Peserta Usai Ungkap Steroid Joan

Menurut Iskandar, saat ini Pertamina mulai mengembalikan pola pasokan Premium ke SPBU. Hal ini menyesuaikan dengan realisasi konsumsi masyarakat?, agar tidak terjadi lagi kekurangan pasokan.

"Kemarin gap-nya tinggi, akhirnya pola itu tidak bisa serta-merta balik?," ungkap Iskandar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masyarakat Sulit Dapatkan Premium, Ini Penjelasan Pertamina"

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved