Dirazia Petugas Keamanan Malaysia, Tujuh Warga Aceh Lompat ke Laut, Satu Tewas

Sedangkan, enam orang lagi ditangkap petugas keamanan Malaysia karena tidak memiliki dokumen.

Dirazia Petugas Keamanan Malaysia, Tujuh Warga Aceh Lompat ke Laut, Satu Tewas
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
ilustrasi tewas 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Satu warga Aceh bernama Muzakir (30), asal Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara pada Selasa (10/4) kemarin, dilaporkan tewas setelah tenggelam di perairan kawasan Malaysia saat hendak merantau ke ‘Negeri Jiran’ tersebut.

Sedangkan, enam orang lagi ditangkap petugas keamanan Malaysia karena tidak memiliki dokumen.

Sebelumnya, Muzakir bersama enam warga Aceh lainnya nekat terjun ke laut setelah dirazia Polisi Diraja Malaysia.

“Tadi (kemarin-red), saya mendapat informasi dari abang kandung korban, Tgk Muhammad Ridwan yang mengabari peristiwa tersebut. Ia mengaku baru tadi pagi mendapat informasi itu dari seorang warga Aceh yang sudah bekerja di KBRI Malaysia,” ujar anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma kepada Serambi, kemarin.

Menurut Haji Uma, jumlah warga Aceh yang berangkat ke Malaysia melalui jalur agen itu sebanyak 15 orang.

Mereka berangkat dari Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut) ke Malaysia dengan menggunakan jalur laut.

“Mereka disinggahkan di sebuah pulau bernama Pulau Perak. Lalu, dari Pulai Perak dekat Selangor tersebut, menuju ke Malaysia tujuh orang. Sedangkan delapan lagi masih berada di pulau tersebut,” kata H Sudirman.

Namun, beber Haji Uma, ketika hendak merapat ke Malaysia, tiba-tiba ada razia petugas keamanan.

Karena ketakutkan, ketujuh warga Aceh tersebut langsung nekat terjun ke laut.

“Tapi, Muzakir tak bisa berenang sehingga langsung tenggelam dan ketika ditemukan sudah tewas. Sedangkan enam orang lagi tertangkap dan sudah ditahan. Jenazah Muzakir sekarang ini masih berada di rumah sakit di Malaysia,” ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help