Tanggapi Rocky Gerung, Ustaz Felix Siauw dan Wasekjen MUI Paparkan Perbedaan Fiksi & Fiktif

Rocky Gerung menyatakan kitab suci adalah hal yang fiksi, namun berbeda dengan fiktif.

Tanggapi Rocky Gerung, Ustaz Felix Siauw dan Wasekjen MUI Paparkan Perbedaan Fiksi & Fiktif
Kolase TribunBogor
Ustaz Felix Siauw, Rocky Gerung, dan Ustaz Tengku Zulkarnain 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pengamat Politik sekaligus Dosen Filsafat UI, Rocky Gerung memberikan pernyataan yang kontroversial di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (10/4/2018).

Dirinya mengatakan bahwa kitab suci adalah hal yang fiksi, namun berbeda dengan fiktif.

"Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos, dan itu sifatnya fiksi. Dan itu baik. Fiksi adalah fiction, dan itu berbeda dengan fiktif," ujarnya.

Dirinya juga mengaitkan dengan kitab suci dan aktivitas berdoa yang menurutnya merupakan fiksi.

"Anda berdoa, Anda masuk dalam energi fiksional bahwa dengan itu Anda akan tiba di tempat yang indah,” ujarnya menjelaskan.

Rocky menambahkan, dalam agama, fiksi adalah keyakinan. Dalam literatur, fiksi adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi.

Baca: Baru Lulus, Alumni IPB Ini Sukses Kembangkan Bisnis Gelang Bareng Adik

Hal ini mendapat tanggapan dari Wakil Sekretaris Jenderal (Wakasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustaz Tengku Zulkarnain.

Melalui akun Twitter pribadinya @ustadtengkuzul, dirinya memaparkan perbedaan fiksi dengan fiktif.

"Fiksi itu di masa depan akan menjadi realita. Dulu, film Flash Gordon, manusia terbang ke angkasa masih fiksi, sekarang sudah menjadi realita.

Lain dengan fiktif, Fiktif itu 'ngibul' bahasa betawinya. Misalnya akan buyback Indosat. Jika selama 5 tahun tidak dibeli, maka itu namanya janji fiktif", ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Yuyun Hikmatul Uyun
Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved