Penyesalan Marshanda Kehilangan Putrinya, Buat Kesalahan Apa Sampai Sienna Pindah ke Luar Negeri?

Seperti diketahui, sebelum menikah dengan Ben Caca dikabarkan menderita penyakit kejiwaan bipolar disorder.

Penyesalan Marshanda Kehilangan Putrinya, Buat Kesalahan Apa Sampai Sienna Pindah ke Luar Negeri?
Instagram
Marshanda 

Namun keduanya akhirnya resmi bercerai pada 25 November 2014, dan Caca kembali membuka hijabnya.

Ben akhirnya mengakhiri masa dudanya setelah ia menikahi Nesyana Ayu Nabila di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada Sabtu, 30 Juli 2016.

Baca: Tegaskan Dirinya Bukan Pelakor, Yuliast Mochamad Posting Foto Tanpa Hijab, Makin Dihujat Netizen

Putri mereka pun tinggal bersama Ben dan istri barunya tersebut.

Nah baru-baru ini, Caca memposting tulisan panjang soal anaknya dan penyakitnya tersebut.

Caca mengaku merasa kehilangan putri kecilnya itu dan sangat bersedih.

marshanda99
instagram.com/marshanda99

"Bagian 1 dari 1-
.
Apa yang dapat saya lakukan
aku berdosa
Kehilanganmu.
.
Apa yang dapat saya lakukan
aku berdosa
Tidak menyalahkan penyakit saya tetapi itu adalah kelemahan saya.
.
Saya tersesat.
Dan tidak ada yang menang ketika mereka mencoba menyelamatkan saya dari jatuh.
Saya harus jatuh. Kata Tuhan.
.
Dan sampai hari ini saya tidak bisa melihat mengapa saya harus melakukannya.
Karena itu membuat saya kehilangan Anda.

Baca: Hari Ini Uji Coba Ganjil Genap di Tol Tangerang-Jakarta dan Jagorawi Dimulai

.
Saya bersalah dan saya malu.
Orang-orang membicarakan saya di belakang saya.
Mengatakan saya tidak tahan dengan kewarasan.
Saya tidak tahan hidup.
Karena saya sakit.
.
Dan sekarang apa yang harus saya lakukan.
Ketika semua yang aku bisa pikirkan adalah pikiran kehilanganmu.
Anak perempuanku.
.
Dan aku merindukanmu, setiap hari.
Dan saya menangis untuk Anda, setiap hari.
Saya tersesat. Dan dalam hal ini saya hilang selamanya.
.
Saya hanya bisa berharap dan berdoa untuk keajaiban.
Saya bahkan tidak percaya bahwa saya masih pantas merasakan harapan.
Saya telah membuat kesalahan yang terlalu besar.
.
Saya ditinggalkan dengan pertanyaan dan air mata.
Saya melihat orang-orang di sekitar saya.
Diijinkan bersama anak-anak mereka.
Mendorong saya jauh dari konsep diri yang seharusnya saya miliki tentang diri saya sendiri.
Mendorongku jauh dari melihat diriku sebagai manusia yang cakap. Mampu menjadi seorang ibu.
.
Saya kehilangan.
Saya telah kehilangan Anda dan saya kehilangan segalanya.
Dan saya lupa bagaimana memiliki harapan.
Mencoba memahami bab kehidupan ini.
Dan saya tidak bisa mengerti apa-apa.
Kebijaksanaan batin yang biasanya saya temukan dalam diri saya, adalah diam.

Baca: Siswi SMP yang Ngebet Nikah Karena Takut Tidur Sendiri Ternyata Berprestasi di Sekolah

Halaman
123
Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved