Sempat Diragukan IDI, Terapi Cuci Otak Dr Terawan Kini Malah Terkenal Di Jerman

dr Terawan tampak sedang berada di dalam rumah sakit dengan beberapa dokter Jerman.

Sempat Diragukan IDI, Terapi Cuci Otak Dr Terawan Kini Malah Terkenal Di Jerman
Handout/Leo Nababan
dr Terawan di Jerman. 

"Metode ini juga sudah saya presentasikan di Universitas Hasanudin, Makassar bersama lima orang doktor lainnya. Soalnya, ini juga menjadi disertasi saya," urainya.

Metode tersebut sebenarnya merupakan metode radiologi intervensi dengan memodifikasi DSA (Digital Substraction Angiogram) atau biasa disebut 'Cuci Otak'.

Baca: Pemilik Warung Dekat Makam Wulan Sebut Opick Kerap Berziarah Ditemani Wanita Cantik, Siapa ?

Sebelum menjalani DSA, sebagai tahap awal, pasien diperiksa lengkap dimulai dari MRI, EKG, sampai CT scan.

Tujuannya untuk mengidentifikasi letak terjadi titik penyumbatan seperti di bagian kepala dan jantung.

Tahap selanjutnya, proses DSA yang dijalankan pasien adalah sekitar 40 menit melalui proses kateter (seperti pemasangan ring pada pasien jantung).

Melalui mesin monitor dan mesin spray, dimasukan cairan (temuan Dokter Terawan) ke bagian tubuh yang ingin di-spray sumbatannya.

Hal ini yang kemudian, dianggap oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) sempat menyidangkan Terawan.

Baca: Ditanya Apakah Benar Dirinya Sudah Menikah Dengan Ayu Ting Ting, Raffi Ahmad : Doain Aja

Namun, menurut Terawan, putusan saat itu tidak ada masalah dalam melakukan tindakan medis dengan metode tersebut.

Halaman
1234
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved