Senjata Kimia di Suriah Tewaskan Banyak Orang, Pemimpin Negara-negara Arab Desak Investigasi

Serangan udara itu digelar setelah Presiden AS Donald Trump pada Jumat (13/4/2018) malam akhirnya memerintahkan serangan terhadap Suriah.

Senjata Kimia di Suriah Tewaskan Banyak Orang, Pemimpin Negara-negara Arab Desak Investigasi
Associated Press
Seorang tentara Suriah tengah mengabadikan foto reruntuhan gedung yang diduga merupakan pusat penelitian senjata kimia, usai serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat, Perancis dan Inggris ke Suriah 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Pemimpin negara-negara Arab mengimbau masyarakat internasional untuk melakukan investigasi independen terhadap peristiwa serangan senjata kimia Suriah.

Demikian diserukan pada Minggu (15/4/2018) dalam pertemuan Puncak Liga Arab digelar di Zahran, Arab Saudi Timur selama 1 hari.

Deklarasi yang diumumkan seusai pertemuan itu menyatakan, pihak negara-negara Arab sedang memperhatikan aksi yang dilakukan negara Barat di Suriah.

Pihaknya mengecam tegas penggunaan senjata kimia terhadap rakyat Suriah.

Sementara itu, deklarasi tersebut juga mengimbau masyarakat internasional untuk melakukan investigasi indipenden terhadap peristiwa "Serangan senjata kimia".

Deklarasi tersebut juga menekankan kembali perlunya penyelesaian masalah Suriah melalui jalur politik, dan mengimbau seluruh tentara asing mundur dari wilayah Suriah untuk melindungi kedaulatan dan kemerdekaan, serta keutuhan wilayah Suriah.

Sebagaimana diketahui, AS, Inggris dan Prancis meluncurkan serangan udara ke Suriah sebagai respons atas dugaan penggunaan senjata kimia di kota Douma pada 7 April lalu.

Serangan udara itu digelar setelah Presiden AS Donald Trump pada Jumat (13/4/2018) malam akhirnya memerintahkan serangan terhadap Suriah.

Langkah tersebut diikuti PM Inggris Theresa May dan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang yakin hanya serangan militer yang bisa menghentikan rezim Assad menggunakan senjata kimia di masa depan.

Di tempat berbeda Presiden Rusia Vladimir Putin, Sabtu (14/4/2018), mengatakan bahwa serangan AS dan sekutunya ke Suriah melanggar piagam PBB dan hukum internasional.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help