Pilpres 2019

Disebut Jadi Kandidat Pilpres 2019, Elektabilitas Anies Baswedan Menurun, Ini Penyebabnya

Padahal pada survei yang sama namun dilakukan pada Februari lalu Anies mendapatkan suara responden sebesar 4,5 persen.

Disebut Jadi Kandidat Pilpres 2019, Elektabilitas Anies Baswedan Menurun, Ini Penyebabnya
Kompas.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Hotel Sari Pan Pacific, Senin (12/3/2018).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM  -  Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan digadang-gadang menjadi salah satu kandidat calon presiden di perhelatan Pilpres 2019.

Namun dari hasil survei Median, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta itu sepertinya tak mengalami peningkatan, bahkan menurun.

Direktur Riset Media Survei Nasional (Median) Sudarto mengatakan, hasil survei 24 Maret sampai 6 April, elektabilitas Anies turun menjadi 2 persen.

Padahal pada survei yang sama namun dilakukan pada Februari lalu Anies mendapatkan suara responden sebesar 4,5 persen.

Menurut Sudarto, saat awal menjabat Gubernur DKI, euforia masyarakat atas kemenangannya masih terasa dan harapan menjadi capres ada.

"Orang masih euforia dengan kemenangan dia dan mengharapkan jadi Capres," kata Sudarto di Restoran kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Dia menjelaskan namun kemudian beberapa kebijakan Anies dianggap kontroversial seperti penataan kawasan Tanah Abang, kemacetan bertambah, maupun penggunaan Monas yang terbuka untuk kegiatan keagamaan.

Euforia itu, ujar Sudarto berubah drastis setelah dia menjadi Gubernur, apalagi, selama 100 hari menjabat.

"Hukum incumbent berlaku kepada dia. Seperti masih macet dan banjir. Sehingga kemudian sparkle yang tinggi di awal, sudah mulai mengkritisi kinerjanya," ujarnya.

Sudarto menilai, jika Anies berkeinginan maju, dirinya harus memperbaiki kinerja di pemerintahan provinsi DKI Jakarta.

"Masih ada setahun 'kesempatan' bagi Anies untuk merubah dirinya. Jika kinerjanya baik, bukan tak mungkin suaranya akan meningkat," tutup Sudarto.

Dalam survei yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) ini, menunjukkan Jokowi masih menjadi kandidat posisi pertama dengan perolehan suara 36,2 persen, kemudian Prabowo dengan 20,4 persen.

Survei dilakukan dengan menerjunkan 1.200 orang responden yang dilakukan dalam rentang waktu 24 Maret - 6 April 2018.

"Elektabilitas Jokowi masih berada di 36,2%, sementara Prabowo Subianto 20,4%, Gatot Nurmantyo 7,0%, Jusuf Kalla 4,3%, Anies Baswedan 2,0%, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), 1,9%," ujarnya

(Tribunnews.com/ Rina Ayu)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help