Wakapolres Tembak Adik Ipar

Proses Hukum Berlanjut Usai Tembak Mati Adik Iparnya, Kompol Fahrizal Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

penyidik juga sudah melibatkan Labfor Cabang Medan untuk meneliti senjata dan proyektilnya serta jejak tembakan pada pakaian korban.

Proses Hukum Berlanjut Usai Tembak Mati Adik Iparnya, Kompol Fahrizal Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Tatap Kompol Fahrizal kosong saat diperlihatkan di Polda Sumut, Kamis (6/4/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -   Ditreskrimum Polda Sumut sampai saat ini belum bisa mendapatkan informasi mengenai motif Kompol Fahrizal yang menembak adik iparnya sendiri, Jumingan. 

"Sampai saat ini belum bisa digali karena kondisi kejiwaan Fahrizal yang masih labil," kata DirReskrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian, Selasa (17/4/2018).

"Sudah sejak kemarin Fahrizal mendapat perawatan kejiwaan yang lebih intensif,"ujarnya.

Meskipun Fahrizal dibantarkan ke Rumah Sakit Jiwa, kata Andi, namun kasus pidananya tetap dilanjutkan.

Kompol Fahrizal tersangka penembakan ipar sendiri di Medan
Kompol Fahrizal tersangka penembakan ipar sendiri di Medan (Tribun Medan)

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Andi Rian mengatakan untuk memeriksa kejiwaan Fahrizal pihaknya melibatkan tim Psikiater dan ahli-ahli dari internal maupun eksternal Polri, untuk mengobservasi kondisi kejiwaan Fahrizal dalam jangka waktu tertentu.

Ia menyatakan sesuai petunjuk dari tim forensik kejiwaan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) dengan dilakukan pemeriksaan kejiwaan selama 14 hari, mereka bisa mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.

"Kompol Fahrizal merasa kalau dirinya seolah-olah masih dalam pekerjaan. Malah dia mengatakan kepada penyidik, udah dulu ya. Saya capek kali ini. Mau pulang dulu,"kata Andi Rian meniru omongan pelaku saat diperiksa penyidik.

Untuk membantu penyidikan yang sedang berjalan, kata DirKrimsus, penyidik juga sudah melibatkan Labfor Cabang Medan untuk meneliti senjata dan proyektilnya serta jejak tembakan pada pakaian korban.

Disamping itu, juga melibatkan kedokteran forensik untuk meneliti kondisi bekas-bekas tembakan pada jasad korban. (akb/tribun medan.com)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved