Taman Safari Sepakat Bekerjasama dengan Smelting Demi Konservasi Elang Jawa

Ia menuturkan bahwa pihaknya juga akan bekerja sama untuk meminimalisir penyebab dari hampir punahnya elang jawa.

Taman Safari Sepakat Bekerjasama dengan Smelting Demi Konservasi Elang Jawa
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Elang jawa di Taman Safari Indonesia, Cisara, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA -- Taman Sari Indonesia (TSI) hari ini melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama program konservasi Elang Jawa bersama PT Smelting, Sabtu (28/4/2018).

Acara tersebut digelar di Taman Safari Indonesia, Cisarua Puncak Bogor yang juga dihadiri oleh anak-anak dari sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMP di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor.

"Elang Jawa itu satwa endemik Indonesia, populasinya kini semakin menurun," ujar Direktur Utama TSI, Jansen Manansang dalam sambutannya, Sabtu (28/4/2018).

Ia menuturkan bahwa pihaknya juga akan bekerja sama untuk meminimalisir penyebab dari hampir punahnya elang jawa.

Lanjut dia, seperti perburuan serta habitatnya yang terus menipis.

Baca: Populasi Elang Jawa Berkurang, Taman Safari Indonesia Gandeng Perusahaan Swasta Untuk Konservasi

"Kita kerjasama menunaikan apa yang lebih ke alam itu, kepada masyarakat, jangan dibunuh, jangan ditangkap, jangan diganggu (elang jawa), alam juga kalau diganggu bakal bagus alamnya (untuk habitat), anak-anak muda juga kita ajak untuk peduli konservasi," ujar Jansen.

Presiden Direktur PT Smelting, Hiroshi Kondo berharap bahwa kerjasama tersebut bisa berlangsung lancar sesuai tujuannya yakni menyelamatkan populasi elang jawa.

"Kita harap kerjasama ini berhasil, saya harap orang Indonesia juga tak membunuh elang jawa, karena elang jawa jumlahnya berbahaya (sangat menipis), harus di lindungi," katanya.

Selain para siswa sekolah, dalam acara tersebut hadir juga perwakilan dari Kementrian Lingkungan Hidup, Yayasan Konservasi Elang, koramil, polsek dan juga yang lainnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help