Mata Uang Indonesia Melemah Terhadap Dolar AS, Jokowi: Fenomena Pasar Global

fundamental ekonomi Indonesia masih mengalami pertumbuhan, inflasi masih dapat dikendalikan‎

Mata Uang Indonesia Melemah Terhadap Dolar AS, Jokowi: Fenomena Pasar Global
Kompas.com
Presiden Joko Widodo saat berada di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Rabu (21/2/2018).(Fabian Januarius Kuwado) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Presiden Joko Widodo menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, bukan faktor dalam negeri tetapi lebih disebabkan faktor eksternal.

"Kurs ini hampir semua negara, fenomena pasar global, semua negara juga mengalami, semua negara juga sedang bergejolak kursnya, kena dampak dari kebijakan-kebijakan (eksternal), terutama (akan) dinaikkan suku bunga di Amerika Serikat," ujar Jokowi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Jokowi menjelaskan, fundamental ekonomi Indonesia masih mengalami pertumbuhan, inflasi masih dapat dikendalikan‎, dan defisit neraca perdagangan masih positif.

"Artinya fundamental makro kita baik, kita akan terus menjaga (rupiah)," ujar Jokowi.

Terkait intervensi nilai tukar rupiah‎, kata Jokowi, hal tersebut merupakan tugas dari Bank Indonesia yang menangani urusan moneter, dahal hal ini membuat rupiah tetap dalam kondisi baik.

"Pemerintah tidak akan intervensi, nanti kebijakannya ‎ada di Bank Indonesia," ujarnya.

‎Berdasarkan data Bloomberg, sekitar pukul 11.49 WIB‎, rupiah berada di posisi Rp 13.872 per dolar AS, menguat 21 poiun atau 0,15 persen dari penutupan perdagangan hari sebelumnya Rp 13.893 per dolar AS.

(Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono) 

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help