Makin Ketat, Kominfo Blokir Hasil Pencarian Gambar Porno di Internet

Hal ini dikarenakan mesin pencari memiliki fitur thumbnail yang memunculkan gambar sesuai dengan kata kunci yang digunakan.

Makin Ketat, Kominfo Blokir Hasil Pencarian Gambar Porno di Internet
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) bakal memblokir gambar-gambar berbau pornografi yang muncul pada mesin pencari.

Dalam melakukan pemblokiran ini Kominfo bakal menggandeng penyedia jasa serta layanan internet di Indonesia.

Menurut Dirjen Aptika Kominfo Semuel Pengerapan, selama ini pengguna masih bisa menemukan gambar-gambar pornografi lewat bantuan mesin pencari, meskipun URL atau tautan tempat gambar porno tersebut telah diblokir.

Hal ini dikarenakan mesin pencari memiliki fitur thumbnail yang memunculkan gambar sesuai dengan kata kunci yang digunakan.

Gambar tersebut diambil dari situs yang relevan dengan kata kunci yang dimasukkan.

"Kalau kita cari pakai search engine, kemudian kita kasih kata kunci tertentu, di bagian kolom all yang ada linknya memang sudah ga bisa diklik semua. Tapi begitu kita pindah ke image, masih ada pornonya," ungkap Semuel di kantor Kominfo, Jumat (4/5/2018).

"Ini kami rembukan dengan operator bagaimana cara dan solusinya, ini yang tadi dibicarakan. Minggu depan mereka akan kembali dengan solusi yang bisa diterapkan secara nasional," lanjut Semuel.

Metode Ia menambahkan metode yang dilakukan dalam proses pemblokiran ini sebenarnya cukup sederhana, yakni dengan penyetelan atau modifikasi pada DNS.

Menurutnya jika penyetelan DNS ini dinyalakan, hasil pencarian gambar dengan kata kunci berbau pornografi tidak akan lagi menampilkan gambar-gambar yang vulgar.

"Beberapa minggu lalu kami uji coba. Kalau metode ini dipasang, hasilnya jauh berbeda. Kami ingin tahu kalau digunakan di operator akan jalan atau tidak. Kalau ternyata berhasil, itu akan diterapkan dan wajib (untuk semua operator)," kata Semuel.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help