Dollar AS Tembus Rp 14 Ribu, Ternyata Masih Ada Dampak Positifnya

Fakhrul pun merekonomendasikan kepada pemerintah untuk memberikan insentif kepada pada eksportir.

Dollar AS Tembus Rp 14 Ribu, Ternyata Masih Ada Dampak Positifnya
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Uang dollar Amerika Serikat dan rupiah di sebuah bank nasional di Jakarta, beberapa waktu lalu 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pelemahan nilai tukar rupiah, dinilai analis tak selamanya berdampak buruk bagi perekonomian.

Dengan nilai tukar rupiah yang saat ini terseret ke level psikologis Rp 14.000, kinerja ekspor justru bisa terkerek.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian menjelaskan, dengan pelemahan rupiah yang saat ini sudah menginjak level Rp 14.000, maka kinerja ekspor Tanah Air cenderung akan meningkat.

Utamanya, bagi kinerja ekspor di sektor yang berhubungan dengan komoditas.

Fakhrul pun merekonomendasikan kepada pemerintah untuk memberikan insentif kepada pada eksportir.

Dengan begitu, volatilitas nilai tukar rupiah juga bisa ditekan.

Baca: Rencana Nikah Bulan Agustus, Ini Foto-foto Kebersamaan Pelaku Sebelum Membunuh Calon Istri Cantiknya

"Bisa dengan memberikan insentif untuk ekspor komoditas. Dan ini akan memperbaiki prospek neraca berjalan kita," kata Fakhrul kepada Kontan.co.id, Senin (7/5).

Selain itu, dengan pelemahan rupiah saat ini, pemerintah disarankan untuk membiarkan kurs adjust secara normal dengan fluktuasi pasar global.

Ekspektasi depresiasi rupiah juga perlu diperlebar dalam setahun dikisaran 3%-4%.

Nantinya, itu akan membentuk keseimbangan baru. Ketika tren pertumbuhan dunia sudah kembali, maka rupiah bisa kembali menguat seperti pada 2016.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help