Bentuk Panitia Pemilihan, IPB Bersiap Tentukan Pemimpin Fortendik

Dalam kesempatan yang sama Rektor juga mengatakan bahwa saat ini IPB sedang berupaya memperkuat sistem Informasi dan Teknologi (IT).

Bentuk Panitia Pemilihan, IPB Bersiap Tentukan Pemimpin Fortendik
Humas IPB

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Edy Susetyo terpilih sebagai Ketua Panitia Pemilihan Ketua Forum Tenaga Kependidikan (Fortendik) Institut Pertanian Bogor (IPB) periode 2018-2023, Senin (14/5/2018).

Edy berhasil mengungguli Bambang Herwaman, S. Bio, M.Si dengan perolehan 35 suara dari 58 yang hadir.

Dr. Cahyono Tri Wibowo, Ketua Fortendik IPB sebelumnya menyampaikan bahwa kepengurusan Fortendik 2013-2018 akan segera berakhir.

Harapannya, pada Dies IPB 2018 nanti sudah ada kepenguran baru di Fortendik.

Acara Pemilihan Ketua Panitia Pemilihan Fortendik 2018-2023 ini dirangkai dengan acara silaturahim diantara tendik IPB dalam menyambut bulan suci Ramadhan di Gymnasium, Kampus IPB Dramaga (14/5/2018).

Rektor IPB, Dr. Arif Satria didampingi Wakil Rektor Bidang Sumberdaya, Perencanaan dan Keuangan, Dr. Agus Purwito dan Sekretaris Institut, Dr. Aceng Hidayat sangat mengapresiasi langkah sigap yang diambil Fortendik ini. Ia menekankan agar Fortendik IPB senantiasa bisa membangun dan memupuk silaturahim dan saling percaya.

“Kita bangun bangsa dari saling percaya, sambil berusaha maksimal, saling mengenal, saling memahami dan saling mengingatkan. Kita bangun IPB dengan hati,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Rektor juga mengatakan bahwa saat ini IPB sedang berupaya memperkuat sistem Informasi dan Teknologi (IT). “Tujuannya agar semua bisa tranparan sehingga warga IPB bisa mengakses informasi dengan baik,” tambahnya.

Acara ini juga dihadiri Ketua Senat Akademik (SA) IPB, Prof. Tridoyo Kusumastanto yang berharap dengan berkumpul dan bersilaturahim, bisa melahirkan niat bersama dan pengabdian terhadap IPB dapat menjadi bermakna. "Membangun trust itu penting sekali. Dengan trust maka akan menjadi sosial capital," tandasnya.

“Pertemuan ini menjadi semangat bersama antara tenaga kependidikan (tendik) dan pendidik. Di SA telah dituangkan dalam norma bernama Norma Sumberdaya Insani. Norma ini menjelaskan bahwa karir tendik dan pendidik dapat dicapai semaksmial mungkin,” ujarnya.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved