Sosok Pemimpin Kota Bogor

Misi Ngubek Lembur Tuntas, Bima-Dedie Pastikan Program Untuk Warga Kota Bogor Tidak Meleset

gerilya marathon dengan tajuk ‘Ngubek Lembur’ itu bukan sekedar simbol bahwa seorang pemimpin itu harus memiliki fisik yang prima

Misi Ngubek Lembur Tuntas, Bima-Dedie Pastikan Program Untuk Warga Kota Bogor Tidak Meleset
Istimewa
Calon Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR - Tuntaskan misi bertajuk Badra ngubek Lembur Bima-Dedie bergerilya marathon selama 3 hari, 30 titik lokasi dan 30 kilometer berjalan kaki menyapa warga hingga perbatasan kota.

Ngubek Lembur dimulai sejak Minggu (13/5/2018) dengan menyisir 10 keluarahan di kawasan Bogor selatan.

Kemudian di hari berikutnya gerilya marathon dilanjutkan dengan menyapa warga Bogor Barat.

Dan Selasa (15/5/2018) merupakan puncak dari gerilya marathon pasangan Bima-Dedie di kawasan tanah Sareal dan Bogor Utara.

“Sudah lebih dari 30 lokasi dengan jarak lebih dari 30 kilometer berjalan kaki menyerap aspirasi dan mengumpulkan harapan warga. Tapi, ini bukan akhir dari perjuangan kami menjemput mimpi warga, bagi kami ini adalah suatu dorongan untuk mengingatkan kepada saya dan Kang Dedie untuk terjun terus ke lapangan, karena persoalan itu sebagian besar ada di lapangan. Persoalan itu tidak bisa selesai di belakang meja saja,” ungkap Bima, usai menuntaskan misi terakhir Ngubek Lembur di kawasan Arzimar, Bogor Utara, Selasa (15/5/2018) malam.

Dititik akhir Bima-Dedie berserta rombongan disambut warga dengan obor.

“Obor tersebut seolah memberikan makna bahwa kehidupan bukanlah sebuah lilin kecil. Kehidupan merupakan sebuah obor besar yang dapat digenggam. Pasangan Bima-Dedie diharapkan bisa membuatnya menyala seterang-terangnya sebelum menyerahkannya kepada generasi yang akan dating,” ungkap Rizky Nugroho, anggota Badra Muda yang merupakan komunitas kawula muda peduli politik di lokasi.

Calon Walikota petahana, Bima Arya Sugiarto, mengatakan bahwa gerilya marathon dengan tajuk ‘Ngubek Lembur’ itu bukan sekedar simbol bahwa seorang pemimpin itu harus memiliki fisik yang prima guna melayani warganya.

Tetapi lebih dari itu, dirinya bisa merasakan langsung atmosfer dukungan warga terhadap dirinya untuk mewujudkan birokrasi bersih dan melayani.

Halaman
12
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help