Wali Kota Surabaya Lemas Hingga Menangis Karena Teror Bom, Ridwan Kamil : Tetap Semangat Bu Risma
Namun sebagai seorang perempuan, kesedihan Risma pun terlihat memuncak hingga tak terbendung lagi.
Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ledakan bom yang terjadi di beberapa tempat di Surabaya menyisakan duka mendalam bagi seluruh negeri.
Puluhan nyawa melayang karena teror bom yang terjadi di tiga tempat di Surabaya, tiga gereja, rusunawa dan di depan Mapolrestabes Surabaya.
Yang membuat publik gempar adalah soal pelaku pengeboman tersebut yang ternyata masih satu keluarga.
Ya, tak hanya sosok suami, bahkan dalam tiga aksi tersebut, sang istri beserta anak-anaknya pun ikut dilibatkan.
Meski begitu, publik seharusnya sudah lebih cerdas bahwa anak-anak dalam kasus pengeboman tersebut hanyalah korban doktrin tak baik dari orangtua mereka.
Baca: Tetangga Sebut Terduga Teroris Jarang ke Masjid Hingga Cara Aneh Sang Istri Ketika Beli Sayur
Kesedihan dan dukan tersebut tampaknya juga dialami oleh orang nomor satu di Surabaya, Tri Rismaharini.
Wanita berhijab, wali kota Surabaya tersebut terlihat menampakkan wajah sedihnya ketika menyambangi beberapa lokasi pengeboman.
Dalam potret yang beredar di media sosial, sosok Risma bahkan mendatangi kediaman rumah tersangka peledakan bom bunuh diri itu.
Namun sebagai seorang perempuan, kesedihannya pun terlihat memuncak hingga tak terbendung lagi.
Di sela kunjungan itu, mata Risma tampak berkaca-kaca, bahkan di sebuah kesempatan, Risma menangis.
Kegeramannya tidak terlepas dari pengungkapan pelaku yang selama ini tinggal di Surabaya. Ia menyesalkan perbuatan tersebut lantaran cukup melukai banyak warga lainnya.
Baca: Nasib 4 Anak Pelaku Bom Bunuh Diri, Tolak Doktrin Hingga Dijemput di Rumah Neneknya untuk Bunuh Diri
Bahkan dalam video yang beredar, Risma tampak terduduk lesu hingga akhirnya menangis tersedu-sedu.
Hal itu terjadi saat dirinya mendapatkan kabar bahwa terjadi peledakkan bom di depan Mapolrestabes Surabaya.
Perangainya yang sering terlihat bersemangat tiba-tiba saja ambruk seolah tak kuat menahan kesedihan.
Ia bahkan tertunduk beberapa saat sambil memikirkan suatu hal.