Mahasiswa IPB Raih Juara 1 dan 2 di Kompetisi Debat Rekayasa Industri

Untuk meraih juara dalam kompetisi marketing ini, mereka harus bersaing dengan tim-tim dari perguruan tinggi dari beberapa wilayah.

Mahasiswa IPB Raih Juara 1 dan 2 di Kompetisi Debat Rekayasa Industri
Humas IPB

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dua delegasi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mengikuti kompetisi Industrial Engineering Debate Competition (IIDC) 2018 dan meraih hasil yang membanggakan.

Kedua delegasi berhasil meraih juara pertama dan juara kedua dalam kompetisi yang diadakan di Universitas Medan Area, pertengahan April lalu.

Delegasi IPB dalam perlombaan debat ini terdiri dari  dua tim.

Tim pertama yaitu Zulfa Fauziah (Departemen Manajemen), Aditya Hadid Riyadi (Departemen Ilmu Ekonomi Syariah), dan Ghazaly Imam Negoro (Departemen Ilmu Ekonomi Syariah).

Dan tim kedua yaitu Usman Abdul Muluk (Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan), Muftiah A. Mutmainah (Departemen Teknik Mesin dan Biosistem) dan Apip Nurdin (Departemen Biologi).

Untuk meraih juara dalam kompetisi marketing ini, mereka harus bersaing dengan tim-tim dari perguruan tinggi dari beberapa wilayah.

 “Alhamdulillah senang sekali bisa berkesempatan lomba di luar pulau Jawa. Kompetisi ini cukup menantang, terlebih di grandfinal kami dipertemukan dengan almamater yang sama. IPB vs IPB. Alhasil tim kami kalah dengan beda point kemenangan hanya 0.2 point. Selisih yang cukup greget. Namun kami bangga, karena sama-sama membawa almamater kampus tercinta,” papar Usman, salah satu delegasi IIDC 2018.

Kompetisi debat marketing ini cukup ketat. Dimulai dari babak penyisihan hingga ke semifinal, mereka dihadapkan oleh tim-tim yang mahir di bidang marketing. Kebanyakan peserta lomba debat ini merupakan mahasiswa jurusan bisnis ataupun marketing itu sendiri.  

Menyuarakan argumen dan solusi di perlombaan ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

Zulfa menambahkan bahwa topik-topik yang diperdebatkan sangat menarik dan mengharuskan kami melihat dalam berbagai aspek permasalahan.

“Hingga babak paling seru yaitu grandfinal, kami bertanding dengan tim satu almamater. Harapan kami, semoga mahasiswa IPB mampu meningkatkan keberaniannya untuk berprestasi dengan potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help