Manfaatkan Medsos, Mantan Komandan NII Ungkap Pergeseran Modus Teroris di Indonesia

Para pelaku kejahatan bom dan teror, ucap Ken, memanfaatkan media sosial semisal YouTube sebagai ajang memperkuat iman mereka.

Manfaatkan Medsos, Mantan Komandan NII Ungkap Pergeseran Modus Teroris di Indonesia
Dok Polri
Suasana rumah tahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, Kamis (10/5/2018) setelah berhasil dikuasai kembali oleh Polri. Sebanyak 155 tahanan terorisme akhirnya menyerah tanpa syarat ke pihak aparat kepolisian setelah kerusuhan selama kurang lebih 36 jam. (Dok Polri) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kejahatan terorisme marak di sejumlah wilayah di Indonesia. 

Diawali dari Mako Brimob Kelapa Dua, berlanjut di Surabaya, Sidoarjo, dan Riau.

Mantan Komandan Negara Islam Indonesia Ken Setiawan sekaligus pendiri NII Crisis Center mengatakan, rentetan kejahatan terorisme yang terjadi selama dua pekan terakhir ada yang direncanakan dan acak.

Menurut Ken, kejahatan bom dan teror beruntun ini berasal dari kerusuhan di Markas Komando Brimob, Depok, Jawa Barat.

Baca: Soal Isu Kasus Terorisme Hanyalah Rekayasa, Napiter Bom Bali Ali Imron : Teroris Nanti Kipas-kipas

Teror merembet ke sejumlah daerah, misal rentetan bom di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

28 orang tewas dan 57 orang terluka dalam peristiwa tersebut.

Para pelaku kejahatan bom dan teror, ucap Ken, memanfaatkan media sosial semisal YouTube sebagai ajang memperkuat iman mereka.

"Termasuk dengan metode-metode membuat aksi bom," ujar Ken saat dihubungi Tribunnews, Kamis (17/5/2018).

Paham-paham radikal tersebar melalui ranah media sosial.

Baca: Disandera Teroris Selama 30 Jam, Bripka Iwan: Rekan Saya Ditembak Mati Karena Menolak Diinterogasi

Melalui broadcast-broadcast di grup-grup WhatsApp.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help