Marak Aksi Teror Libatkan Anak, Menteri Khofifah Ingatkan Jangan Salah Pilih Guru Agama

Khofifah berkata pentingnya memilih guru yang tepat dan tidak salah harus dimulai juga pada anak di jenjang pendidikan usia dini.

Marak Aksi Teror Libatkan Anak, Menteri Khofifah Ingatkan Jangan Salah Pilih Guru Agama
Tribunnews.com
Menteri Sosial Khofifah Indah Parawansa 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Aksi teror beruntun yang terjadi di Surabaya masih menyisakan luka dan traumatis bagi warganya.

Yang miris, dalam aksi teror di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya, dilakukan dua keluarga berbeda yang sama-sama melibatkan anak-anak dalam aksi bom bunuh diri tersebut.

Menanggapi hal tersebut Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa turut mengimbau para orang tua dan seluruh warga Jatim, harus aware dan tidak asal dalam memilih guru, terutama guru agama.

"Jangan salah memilih guru, itu penting untuk disampaikan. Sebab doktrin sampai membawa anak dalam melakukan aksi teror pada dua keluarga itu tentu sangatlah kuat. Mereka pahamnya, jika mati syahid bersama keluarga maka mereka akan ketemu bareng di surga," ucap mantan Menteri Sosial ini, saat diwawancara usai blusukan di Pasar Pahing, Kamis (17/5/2018).

Baca: Soal Isu Kasus Terorisme Hanyalah Rekayasa, Napiter Bom Bali Ali Imron : Teroris Nanti Kipas-kipas

Yang harus ditekankan adalah Islam tidak pernah mengajarkan saling membunuh, justru Islam mengajarkan untuk menyemai damai dan menyemai kasih.

Bahkan menurut Khofifah pentingnya memilih guru yang tepat dan tidak salah harus dimulai juga pada anak di jenjang pendidikan usia dini.

"Dari aksi teror yang terjadi di Surabaya itu, kita tahu bahwa teror itu ada. Bahaya teror itu faktual, maka tokoh pendidik mulai PAUD harus diajak untuk sama-sama mengajarkan kita hidup di dunia harus memberikan manfaat pada orang lain," tegasnya.

Lebib lanjut, ia mengatakan bahwa semalam, Khofifah juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke persemayaman jenazah Evan dan Nathan yang juga menjadi korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel Surabaya.

Baca: Disandera Teroris Selama 30 Jam, Bripka Iwan: Rekan Saya Ditembak Mati Karena Menolak Diinterogasi

Sehari sebelumnya ia juga takziah ke rumah duka almarhum Nuchin di Sidoarjo yang menjadi korban ledakan bom di Jalan Arjuno.

"Efek yang ditimbulkan atas tindakan teror ini besar. Anak-anak yang tidak berdosa harus kehilangan nyawa. Anak yang seharusnya masih bisa berkumpul dengan ayahnya mendadak menjadi anak yatim, ada sisi kemanusiaan yang akhirnya terengut akibat tindakan teror," tegasnya.

Meski begitu, pendidikan anti radikalisme dikatakan mantan Kepala BKKBN ini bukan hanya tugas guru agama.

Baca: Temuan Mengejutkan Di Tubuh Terduga Teroris yang Serang Mapolda Riau, Tubuhnya Terpasang Kabel

Namun juga guru pendidikan di kelas yang lain. Termasuk guru mata pelajaran yang lain.

Sehingga paham radikalisme harus dilawan dari segala lini. Terutama di jenjang pendidikan anak sejak dini.

(Surya/ Fatimatuz Zahro)

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help