Home »

Bogor

Rawan Bencana, BPBD Kabupaten Bogor Diminta Selalu Siap Siaga Selama Puasa

Bupati Bogor Hj Nurhayanti pun tak menampik bila setengah dari wilayah Kabupaten Bogor memang rawan terjadinya bencana.

Rawan Bencana, BPBD Kabupaten Bogor Diminta Selalu Siap Siaga Selama Puasa
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Dari 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, 24 diantaranya rawan terjadi bencana alam.

Bupati Bogor Hj Nurhayanti pun tak menampik bila setengah dari wilayah Kabupaten Bogor memang rawan terjadinya bencana.

Untuk itu, dirinya pun meminta keapda jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor agar tetap siaga dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam.

Nurhayanti meminta BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor agar selalu siaga bencana terutama selama bulan puasa ini.

"Kemudian BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran juga diimbau melakukan koordinasi dengan para Camat agar memonitor situasi dan kondisi serta perkembangan di wilayahnya masing-masing," ucapnya, Kamis (17/5/2018).

"Karena dari 40 Kecamatan ada 24 Kecamatan yang rawan bencana, untuk itu perlu dilakukan antisipasi penanggulangan bencana," tambahnya.

Di samping itu, Nurhayanti juga sebelumnya meminta jajaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor agar melakukan pemantauan dan pengawasan setiap pasar, mini market dan warung sembako.

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan untuk menjaga stabiliasi harga bahan pangan selama Bulan Puasa nanti.

"Saya minta Dinas Perdagangan dan Industri berkoordinasi dengan Satpol PP, PD Pasar Tohaga dan para Camat di wilayah masing-masing untuk melakukan pengawasan dan razia ke pasar tradisional, mini market, dan warung sembako," paparnya.

Selain itu, orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu juga Disdagin Kabupaten Bogor untuk mengawasi peredaran makanan kadaluarsa tidak layak konsumsi.

Sehingga lonjakan kenaikan harga kebutuhan pangan dan peredaran makanan yang sudah kadaluarsa tidak beredar di wilayah Kabupaten Bogor.

"Begitu juga makanan yang mengandung formalin atau bahan pengawet, daging busuk atau gelonggongan, ayam tiren yang tidak layak untuk di konsumsi, perlu diawasi agar tidak beredar di Kabupaten Bogor," tandasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help