Home »

Metro

Tarawih Perdana Rektor IPB Ingatkan Jamaah untuk Selalu Jujur Saat Ramadan

Melakukan inovasi untuk berkarya dan memenuhi tugas kita sebagai khalifah di muka bumi ini yaitu menjaga alam.

Tarawih Perdana Rektor IPB Ingatkan Jamaah untuk Selalu Jujur Saat Ramadan
Humas IPB
Rektor IPB menyampaikan ceramah saat tarawih perdana di masjid IPB, Rabu (16/5/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Arif Satria melaksanakan shalat tarawih perdana di Masjid Al Hurriyyah, Kampus IPB Dramaga bersama warga IPB baik mahasiswa,dosen maupun tenaga kependidikan, Rabu (17/5/2018).

Pada malam 1 Ramadhan 1439 H ini, Rektor memberikan ceramah singkat sebelum shalat tarawih dimulai.

"Kita harus banyak mensyukuri nikmat yang kita peroleh. Ada tiga aspek nikmat yang patut kita syukuri yaitu nikmat fisik, nikmat kemerdekaan dan terakhir nikmat iman," ujarnya.

Baca: Selamat Dari Zona Kematian, Inilah Kisah Dua Mahasiswi yang Berhasil Taklukan Gunung Everest

Pertama, nikmat fisik perlu kita syukuri karena dengan nikmat inilah kita bisa melakukan kegiatan-kegiatan positif.

Melakukan inovasi untuk berkarya dan memenuhi tugas kita sebagai khalifah di muka bumi ini yaitu menjaga alam.

Kemudian dengan nikmat fisik ini kita menjaga kelestarian lingkungan dan sustainability.

Baca: Viral Pemuda Ini Curhat Susahnya Cari Pekerjaan, Lulusan Usia 25 Tahun Pengalaman 10 Tahun, Lho?

Umumnya, faktor kerusakan disebabkan oleh sifat serakah manusia yang dominan.

Dengan nikmat fisik ini juga kita harus terus semangat berbagi.

Baik dalam segi mikro seperti sedekah, infaq dan zakat maupun dalam segi makro seperti tindakan kolektif dan struktural untuk memberi kesempatan kepada orang lain untuk menjadi pelaku ekonomi yang handal.

Kedua, nikmat kemerdekaan adalah anugerah yang luar biasa.

Baca: Dua Polisi yang Tembak Mati 4 Teroris di Mapolda Riau Naik Pangkat

Karena fungsi dari kemerdekaan itu sendiri adalah kesempatan untuk memaksimalkan tugas kita sebagai khalifah di bumi.

Dan dengan kemerdekaan juga mendorong kita untuk berinovasi demi kemaslahatan umat manusia.

"Terakhir adalah mensyukuri nikmat iman. Karena dengan nikmat iman kita mendapat pedoman untuk hidup di dunia ini. Bulan puasa adalah bulan dimana kita dilatih untuk jujur, dan dapat kita transformasikan ke dalam sebelas bulan yang lain. Jika kita dapat mengaplikasikan kejujuran  ke dalam kehidupan sosial, maka akan tercipta masyarakat yang saling percaya atau hightrust society. Hightrust society merupakan kunci kemajuan bangsa ini," ujarnya.(*)

 
 

Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help