Tiba di Surabaya Lalu Bom Meledak, Begini Jawaban Kapolri Saat Ditanya Apakah Intelijen Kecolongan?

Bahkan kata Tito, menghadapi teroris ini merupakan kasus terberat yang dihadapi oleh kepolisian.

Tiba di Surabaya Lalu Bom Meledak, Begini Jawaban Kapolri Saat Ditanya Apakah Intelijen Kecolongan?
Kolase TribunBogor
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Najwa Shihab 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mewawancarai langsung anggota keluarga korban dan korban selamat di ledakan bom Surabaya membuat Najwa Shihab tampak terbawa suasana.

Saat live di acara Mata Najwa semalam, Rabu (17/5/2018), Najwa tampak membuka acaranya itu dengan mewawancarai, Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Di segmen pertama, Najwa menanyakan soal jaringan teroris yang belakangan menjadi perbincangan hangat karena aksi bom bunuh diri yang dilakukannya.

Kemudian ditampilkan wawancara eksklusif Najwa dengan ayah dan nenek Daniel, remaja 15 tahun yang sempat menghalangi mobil bom yang dikendarai Dita di gereja Surabaya.

Baca: Pangeran George dan Putri Charlote Pimpin Iring-iringan Pengantin Harry-Meghan

Baca: Fakta Bom Mother of Satan Sulit Dideteksi, Butuh 4 Jam Pemusnahan, Pernah Hancurkan WTC Amerika

Lalu di segmen kedua, Najwa kembali menayangkan wawancaranya dengan korban selamat, yakni anggota polisi yang menghalau pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya.

Usai tayangan itu, Najwa pun langsun menanyakan kepada Tito apakah ini merupakan tanda kalau intelijen kecolongan.

Pasalnya, bom tersebut meledak setelah Tito tiba di Surabaya.

"Pak Kapolri, bom meledak ketika bapak waktu itu sudah ada di Surabaya, apakah memang itu sama sekali tidak bisa dideteksi? Apakah ini memang tanda ketika itu intelejen sama sekali tidak berfungsi? Ketika Anda ada di Surabaya bom justru meledak?," tanya Najwa.

Mendengar pernyataan dari Najwa itu, Tito langsung menjelaskan dari awal soal jaringan yang melakukan aksi bom bunuh diri di Surabaya tersebut.

Tito juga menjelaskan bahwa Dita, pelaku bom di gereja bukan merupakan Ketua JAD Jatim, melainkan ketua JAD Surabaya.

Halaman
12
Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved