Bulan Puasa, Petani Timun Suri Kebanjiran Orderan, Sehari Bisa Terjual Hingga 200 Buah

Tak ayal, setiap kali memasuki Bulan Puasa para petani timun suri akan kebanjiran orderan.

Bulan Puasa, Petani Timun Suri Kebanjiran Orderan, Sehari Bisa Terjual Hingga 200 Buah
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Petani di Kelurahan Pondog Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor sedang memanen timun suri dari kebunnya, Jumat (18/5/2018) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Buah timun suri menjadi satu diantara jenis buah yang paling banyak dicari puasa saat Bulan Puasa.

Tak sulit untuk dapat menemukan buah timun suri pada Bulan Puasa ini.

Buah timun suri dapat ditemukan di minimarket maupun di pedagang buah sisi jalan.

Begitu pun dengan peminat buah timun suri yang tak pernah sepi.

Tak ayal, setiap kali memasuki Bulan Puasa para petani timun suri akan kebanjiran orderan.

Seperti halnya yang dirasakan satu leyani timun suri di Kelurahan Pondog Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Nalih (54).

Ia mengaku sudah banyak kebanjiram pesanan timun suri meskipun baru memasuki hari kedua puasa.

"Iya kalau timun suri itu peminatnya banyak, jadi kalau panen pasti langsung habis terjual dibeli para pedagang yang biasa jual di sisi jalan atau lainnya," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (18/5/2018).

Ia menjelaskan bahwa dirinya memanen timun suri setiap dua hari sekali.

Dalam sekali panen, kata dia, biasanya ada sekitar 200 buah timun suri yang dihasilkan dari kebunnya itu.

"Iya sekita tiga kwintal dalam sekali panen, jadi lumayan buat nambah-nambah, karena pas panen itu timun suri langsung habis terjual," terangnya.

Lebih lanjur ia mengatakan, bahwa dirinya menjual satu kilogram timun suri seharga Rp 5 ribu ke setiap penjual timun suri di sisi jalan.

"Jadi kalau panen pada datang ke kebun pada metik sendiri, saya jual perkilogramnya Rp 5 ribu, kalau pas udah dijual lagi harganya variatif mulai dari Rp 8 ribuan," tandasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help