Sidang Bom Thamrin

Hal Memberatkan Aman Abdurrahman yakni Mengakibatkan Seorang Anak Tewas Mengenaskan

Selain itu, perbuatan aman disebut jaksa mengakibatkan 5 anak mengalami luka berat dengan kondisi luka bakar yang sulit disembuhkan.

Hal Memberatkan Aman Abdurrahman yakni Mengakibatkan Seorang Anak Tewas Mengenaskan
Capture Youtube
Aman Abdurrahman 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman hukuman mati dengan mempertimbangkan sejumlah hal yang memberatkan, salah satunya bahwa perbuatan Aman mengakibatkan seorang anak meninggal dunia.

Selain itu, perbuatan aman disebut jaksa mengakibatkan 5 anak mengalami luka berat dengan kondisi luka bakar yang sulit disembuhkan.

"Perbuatan terdakwa telah menghilangkan masa depan seorang anak yang meninggal di tempat kejadian dalam kondisi cukup mengenaskan dengan luka bakar lebih 90 persen serta 5 anak mengalami luka berat yang dalam kondisi luka bakar dan sulit dipulihkan kembali seperti semula," kata jaksa Mayasari membacakan surat tuntutan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Selain itu, hal yang memberatkan Aman yakni ia dinilai sebagai penggagas, pembentuk, dan pendiri Jamaah Anshorut Daulah (JAD) yang dikenal sebagai organisasi terorisme di Indonesia.

Aman juga seorang residivis kasus terorisme.

Menurut jaksa, Aman menjadi penganjur dan penggerak pengikutnya untuk melakukan aksi teror melalui dalil-dalilnya sehinga mengakibatkan banyak aparat menjadi korban.

"Pemahaman terdakwa tentang syirik demokrasi telah dimuat di internet dalam blog yang ternyata dapat diakses secara bebas sehingga dapat memengaruhi banyak orang," kata jaksa Mayasari.

Sementara itu, menurut jaksa, tak ada hal-hal yang meringankan Aman.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengakibatkan Seorang Anak Tewas Mengenaskan Jadi Hal Memberatkan Aman Abdurrahman Menurut Jaksa", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/05/18/14003951/mengakibatkan-seorang-anak-tewas-mengenaskan-jadi-hal-memberatkan-aman.

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help