Sudah Jarang Ditemukan Di Warung, Pengusaha Kerupuk Mie Tetap Kebanjiran Pesanan Saat Puasa

Kerupuk mie memang menjadi satu diantara cemilan maupun makanan yang identik dengan bulan ramadhan.

Sudah Jarang Ditemukan Di Warung, Pengusaha Kerupuk Mie Tetap Kebanjiran Pesanan Saat Puasa
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
pengusaha kerupuk mie kuning di Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Memasuki bulan ramadhan, sejumlah pengusaha kerupuk mie kuning di Bogor kebanjiran pesanan.

Kerupuk mie memang menjadi satu diantara cemilan maupun makanan yang identik dengan bulan ramadhan.

Biasanya, kerupuk mie menjadi teman yang cocok untuk menyantap makanan berat.

Namun kerupuk mie juga sangat cocok jadi penambah rasa nikmat saat menyantap asinan.

Satu diangara pengusaha kerupuk mie di Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Latifah (58) mengaku banyak pesanan yang diterimannya saat bulan ramadhan.

Jumlah produksi kerupuk mie yang dihasilkannya pun otomatis mengalami penigkatan.

Dalam satu hari, ia mengaku bisa menghasilkan sebanyak 80 bal.

"Satu bal itu lima kilogram, kalau hari biasa paling hanya 60 bal, jadi memang terbilang pesanan lebih banyak kalau bulan ramadhan," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (22/5/2018).

Dikatakannya bahwa dirinya biasa menjual hasil produksi kerupuk mie ke daerah Jabodetabek.

"Saya biasa jual perbal Rp 60 ribuan, ke Tangerang, Bogor, Jakarta, dan lain sebagainya," jelasnya.

Ia pun menjelaskan bahwa biasanya dirinya memproduksi kerupuk mie pada waktu subuh.

"Ya sekitar pukul 04.00 WIB, biasanya sampai pukul 10.00 WIB pagi, kemudian sorenya dimasukin ke plastik dikemas, dan besok paginya baru diantar ke pelanggan," terangnya.

Latifah yang sudah puluhan tahun menjadi pengusaha kerupuk mie itu pun mengungkapkan bahwa permintaan kerupuk mie saat bulan ramadhan tahun ini terbilang menurun.

"Sekarang di warung-warung aja sudah mulai jarang ditemukan, tahun lalu itu biasanya mulai produksinya itu pukul 01.00 WIB, bisa menghasilkan 100 bal, kalau sekaran terbilang sedikit menurun," tandasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help