Mulai Jarang Ditemukan, Permintaan Kerupuk Mie Pada Pengusaha Di Bogor Berkurang

Kerupuk yang biasanya ramai dicari saat bulan ramadhan ini banyak dihasilkan dari kampung tersebut.

Mulai Jarang Ditemukan, Permintaan Kerupuk Mie Pada Pengusaha Di Bogor Berkurang
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Pabrik kerupuk mie Kelurahan Karadenan RT 2/ 3, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Savika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sudah puluhan tahun warga di Kelurahan Karadenan RT 2/ 3, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor ini memproduksi kerupuk mie.

Kerupuk yang biasanya ramai dicari saat bulan ramadhan ini banyak dihasilkan dari kampung tersebut.

Tak ayal, sejumlah orang pun menyebut kampung tersebut dengan sebutan kampung kerupuk.

Seorang warga sekaligus pengusaha kerupuk mie, Latifah (58) mengatakan, di wilayahnya, ada sekitar sepuluh pengusaha kerupuk mie.

Mereka masih berada dalam lingkungan yang sama yakni RW 3 Kelueahan Karadenan, Cibinong.

"Iya saya sendiri sudah dari tahun 1980an, sampai sekarang produksi kerupuk mie masih terus berjalan," ungkapnya kepada TribunnewsBogor.com.

Dari pantauan TribunnewsBogor.com, di kampung tersebut kerap kali ditemukan lahan kosong yang berada di antara rumah warga.

Menurut Latifah, keberadaan lahan kosong tersebut sangat diperlukan dalam melakukan proses produksi kerupuk mie.

"Iya jadi lahan kosong itu digunakan untuk menjemur kerupuk mie yang sudah selesai dicetak," terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa biasanya dirinya dan para pengusaha kerupuk lainnya mulai memproduksi kerupuk mie pada waktu subuh.

"Ya sekitar pukul 04.00 WIB, biasanya sampai pukul 10.00 WIB pagi, kemudian sorenya dimasukin ke plastik dikemas, dan besok paginya baru diantar ke pelanggan," terangnya.

Latifah yang sudah puluhan tahun menjadi pengusaha kerupuk mie itu pun mengungkapkan bahwa permintaan kerupuk mie saat bulan ramadhan tahun ini terbilang menurun.

"Sekarang di warung-warung aja sudah mulai jarang ditemukan, tahun lalu itu biasanya mulai produksinya itu pukul 01.00 WIB, bisa menghasilkan 100 bal, kalau sekaran terbilang sedikit menurun banya 80 bal," tukasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved