Kapolri: Ais Diselamatkan oleh Allah, Karena Allah Tidak Suka Aksi Teror

"Tuhan tidak merestui. Baru membuat bom meledak sendiri, 3 meninggal," ujar Kapolri di Polda Jambi, Jumat (25/5/2018).

Kapolri: Ais Diselamatkan oleh Allah, Karena Allah Tidak Suka Aksi Teror
Kompas.com
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai meninjau rutan cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua pasca kerusuhan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5). Kapolri meninjau Mako Brimob pasca insiden antara narapidana teroris dengan petugas yang mengakibatkan lima anggota Polri dan seroang teroris meninggal dunia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc/18.(Indrianto Eko Suwarso) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menilai harusnya siapapun orang yang ingin melakukan aksi teror bom berpikir ulang.

Sebab, Tuhan sama sekali tidak merestui aksi bom bunuh diri.

Misalnya, bom di Rusun Wonocolo, Sidoarjo belum lama ini. Bom itu meledak sebelum digunakan untuk aksi teror susulan pasca bom di Surabaya.

"Tuhan tidak merestui. Baru membuat bom meledak sendiri, 3 meninggal," ujar Kapolri di Polda Jambi, Jumat (25/5/2018).

Selain itu, Kapolri juga yakin hal serupa terjadi saat peledakan bom di Polrestabes Surabaya.

Satu anak dari pelaku teror bom justru selamat dan hanya mengalami luka.

Baca: Kapolri Minta Pernyataan Aman yang Sebut Pelaku Bom di Surabaya Sakit Jiwa Diviralkan

Sementara itu, empat orang pelaku teror bom tewas di tempat.

Ledakan bom tersebut juga melukai sejumlah aparat kepolisian yang sedang berjaga di pintu masuk Polrestabes Surabaya.

"Satu keluarga, Trimuryanto masuk ke Polrestabes Surabaya, dengan dua sepeda motor dan anaknya di depan umur 8 tahun perempuan," kata Tito.

"Empat meninggal meledak, kecuali anaknya kecil itu terlempar," kata dia.

Halaman
12
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved