Tidak Hanya Di Indonesia, Hoax Pesan Berantai di WhatsApp soal Kupon Gratis Juga Heboh Luar Negeri

Korban juga diminta untuk mengklik link, "dapatkan tiketnya" serta mengisi formulir hingga dijanjikan akan dikirim tiket gratis.

Tidak Hanya Di Indonesia, Hoax Pesan Berantai di WhatsApp soal Kupon Gratis Juga Heboh Luar Negeri
TribunnewsBogor.com/Soewidia Henaldi
Ilustrasi pesan berantai lewat media sosial 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Hoax pesan berantai pada aplikasi pesan instan WhatsApp rupanya baru-baru ini juga heboh di luar negeri.

Mirip seperti hoax promo kupon gratis McDonalds beberapa hari yang lalu di Indonesia, kali ini adalah hoax berupa promo tiket pesawat.

Dilansir dari Express.co.uk, tidak tanggung-tanggung sebaran hoax tiket pesawat gratis Ryanair menggunakan logo perusahaan agar terlihat resmi.

Di sebaran itu juga tertulis informasi yang menggiurkan para pengguna WhatsApp yang menerima pesan tersebut seperti, "promo hanya berlaku hari ini," kemudian, "Selamat! anda memenuhi syarat untuk mendapatkan 2 tiket gratis."

Di pesan hoax yang mencatut perusahaan penerbangan yang berbasis di Dublin Irlandia dan London Inggris itu juga tertulis bahwa, korban diminta untuk kembali mengirimkan pesan hoax tersebut ke 15 teman kontak.

Korban juga diminta untuk mengklik link, "dapatkan tiketnya" serta mengisi formulir hingga dijanjikan akan dikirim tiket gratis.

Namun secara resmi pihak Ryanair kemudian memberi keterangan bahwa promo yang tersebar itu adalah hoax.

Walau pun akhirnya pesan berantai ini dinyatakan hoax, pesan berantai ini tetap meresahkan para pengguna WhatsApp.

Menurut pihak WhatsApp, pengguna bisa mengidetifikasi sendiri dan menangani sendiri pesan-pesan seperti spam, hoax atau pun phising.

Dimana ketiga jenis pesan tersebut bisa dikatakan sebagai pesan yang tidak diinginkan datang dari pihak ketiga yang tidak resmi dan mecoba untuk mendorong pengguna untuk melakukan tindakan tertentu.

Berikut ciri-ciri pesan yang mungkin merupakan pesan palsu.

- Pengirim pesan mengaku berafiliasi dengan WhatsApp.
- Pesan berisi instruksi yang meminta pengguna untuk meneruskan pesan ke teman kontak.
- Pesan itu mengklaim bahwa pengguna dapat menghindari hukuman, seperti suspensi/blokir akun atau hal lainnya jika pengguna menyebar luaskan pesan tersebut.
- Pesan berisi imbalan atau hadiah dari WhatsApp atau pihak yang lain.

Jika pengguna menemukan pesan sesuai kriteria di atas, pihak WhatsApp merekomendasikan penggunanya untuk memblokir pengirim pesan, mengabaikan isi pesan atau menghapus pesan tersebut.

Untuk melindungi kontak-kontak pengguna dari potensi bahaya, WhatsApp menghimbau kepada para pengguna untuk jangan pernah meneruskan pesan-pesan tersebut kepada kontak atau pengguna yang lainnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help