25 Tahun Jadi Pembuat Manisan Pala, Tetap Bertahan Meski Rekan Beralih

Warga Kampung Maseng, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor masih bertahan selama puluhan tahun menjadi pembuat manisan

25 Tahun Jadi Pembuat Manisan Pala, Tetap Bertahan Meski Rekan Beralih
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pengusaha manisan pala di Kampung Maseng, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIJERUK - Manisan pala merupakan manisan yang terbuat dari buah pala yang ditaburi gula.

Manisan ini pun diburu penikmatnya dan sangat cocok disantap saat buka puasa atau pada saat lebaran.

Cukup mudah dicari, karena hampir semua pedagang oleh-oleh pasti menjualnya.

Warga Kampung Maseng, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor masih bertahan selama puluhan tahun menjadi pembuat manisan pala.

Satu diantaranya adalah Enji (64), 25 tahun menjadi pembuat manisan pala.

Ia mengatakan bahwa di kampungnya dulu ada delapan pengrajin namun kini berkurang.

"Dulu mah rame (pengrajin pala), sekarang mah kurang gak kayak dulu, dulu ada 8 pengrajin, sekarang ada 4, terbentur bahan baku dan pengunjungnya kurang," ujar Enji kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (5/6/2018).

Namun, Enji mengaku tetap memproduksi manisan pala sebagai usahanya menggunakan 50 kg buah pala setiap harinya.

Manisan pala yang sudah jadi, kata Enji, dijual dengan harga cukup murah yakni Rp 8.000 per kantong dengan berat 1/4 kg.

Sejauh ini, menurutnya, pembeli manisan yang dia buat masih diminati dengan masih banyaknya penjual oleh-oleh yang memesan darinya.

"Pembeli dari luar daerah yang masih itu dari Serang Banten. Dulu mah dari Bandung, Cianjur suka beli ke sini, sekarang mah udah enggak," katanya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help