Kasus Terorisme

Teroris di Riau Berencana Ledakan Bom di gedung DPR RI, Bamsoet Minta Pengamanan Diperketat

Ia menilai, Undang-undang Antiterorisme yang baru disahkan membangkitkan kemarahan teroris kepada DPR.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Ketua DPR Bambang Soesatyo 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta pengamanan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, ditingkatkan untuk mencegah serangan teroris.

Hal itu disampaikan Bamsoet, sapaannya, menanggapi ancaman peledakan Gedung DPR yang menjadi motif para terduga teroris yang tertangkap belakangan ini.

"Mekanisme pengamanan gedung DPR harus segera diperbaiki. Bahkan, kalau perlu diperketat. Begitu juga pengamanan terhadap gedung-gedung DPRD pada sejumlah provinsi atau kabupaten yang diketahui menjadi area pemukiman jaringan atau sel-sel teroris," kata Bamsoet melalui keterangan tertulis, Selasa (5/6/2018).

Ia menilai, Undang-undang Antiterorisme yang baru disahkan membangkitkan kemarahan teroris kepada DPR.

Baca: Gadis Kecil Ini Tiap Hari Tanya Om Jualan Ya? Bawa Tas Berat di Stasiun, Terkuak Kisah Dukanya!

Menurut dia, gejala kemarahan sel-sel teroris terhadap DPR sudah terbaca pada kasus rencana serangan bom oleh tiga terduga teroris yang ditangkap di Gedung Gelanggang Mahasiswa FISIP, Universitas Riau, Sabtu (2/6/2018) pekan lalu.

Tiga terduga teroris itu sudah menyiapkan empat bom aktif berdaya ledak tinggi, yang rencananya diledakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, dan Gedung DPRD Riau.

Ia menduga Undang-undang Antiterorisme membuat marah sel-sel teroris yang selama ini tidur sebab undang-undang tersebut mempersempit ruang gerak mereka.

Baca: Akhir Tragis Penguasa Bengis Israel Tebas Banyak Nyawa Rakyat Palestina, 8 Tahun Koma Seperti Mumi

"Rekomendasi tentang peningkatan pengamanan gedung DPR dan DPRD ini perlu dipertimbangkan karena belajar dari pengalaman Polri. Beberapa tahun belakangan ini, institusi dan prajurit Polri menjadi target serangan teroris," kata Bamsoet.

"Sel-sel teroris di dalam negeri marah karena Polri menugaskan Densus 88 Anti-Teror menggelar sejumlah operasi. Pola serangan acak yang sama kemungkinan besar akan dilancarkan sel-sel teroris di dalam negeri sebagai pelampiasan kemarahan mereka terhadap DPR maupun DPRD," lanjut politisi Golkar itu.

Penulis : Rakhmat Nur Hakim

(Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketua DPR Minta Pengamanan Gedung Parlemen Diperketat untuk Cegah Serangan Teroris")

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved