Oknum Guru Bahasa Inggris Sudah Cabuli 13 Murid SD di Depok Sejak 2 Tahun Lalu

Ia mengancam murid laki-laki yang menolak kemauannya akan mendapat nilai jelek di mata pelajaran Bahasa Inggris.

Oknum Guru Bahasa Inggris Sudah Cabuli 13 Murid SD di Depok Sejak 2 Tahun Lalu
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto saat memberikan keterangan di Pancoran Mas, Depok, Jumat (8/6/2018) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto mengatakan oknum guru Bahasa Inggris berinisial WA mengaku telah melakukan pencabulan terhadap 13 muridnya sejak tahun 2016.

Pencabulan itu dilakukan pelaku di lingkungan satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang merupakan sekolah unggulan sejak tahun 1990 dan di luar lingkungan sekolah.

"Peristiwa ini dilakukan di lingkungan sekolah. Ada di ruang kelas, perpustakaan, ruangan sekolah dan kolam renang luar lingkungan sekolah," kata Didik kepada wartawan di Pancoran Mas, Depok, Jumat (8/6/2018).

Baca: Kaget Tagihan Listriknya Melonjak Sampai Rp 18 Juta, Fenita Arie : Padahal Maksudnya Mau Bantu

Ia mengatakan, selain menjadi guru Bahasa Inggris, WA juga bertugas sebagai pengelola perpustakaan sehingga dapat mencabuli muridnya di perpustakaan sekolah.

Ia mengancam murid laki-laki yang menolak kemauannya akan mendapat nilai jelek di mata pelajaran Bahasa Inggris.

Meski sudah mengakui perbuatannya, baru empat orangtua murid yang melaporkan WA ke polisi.

"Yang resmi melapor empat yang lain masih diidentifikasi. Yang penting bagaimana kita menyelamatkan anak-anak jadi korban pencabulan oknum guru ini. Mereka harus mendapatkan langkah penanganan tepat agar masa depannya terjamin," jelasnya.

Mengenai perbuatan tersebut, Didik menyebut ada korban yang dicabuli hingga berkali-kali oleh pelaku.

Sementara soal hasil visum yang dilakukan Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Didik menyatakan masih harus berkoordinasi dengan pihak RS Polri sebelum menyampaikan hasil visum.

Baca: Tewas Depresi Jadi Budak Seks 31 Pria, Terbongkar Isi Surat Jang Ja Yeon BBF: Balaskan Dendamku

"Masih kita koordinasi, yang jelas ini buat kepentingan penyidikan. Korban rata-rata kelas enam. Dilakukan berulang, ada yang sekali, ada yang empat kali," ujar Didik.

Sebagai informasi, SDN tempat WA melakukan pencabulan mendapat predikat Sekolah Ramah Anak dari Dinas Pendidikan Kota Depok.

(TribunJakarta.com/ Bima Putra)

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help