Penumpang Terus Menurun Tiap Tahun, Terminal Baranangsiang Terancam Tinggal Kenangan

Bahkan beberapa armada bus terpaksa menghentikan operasionalnya karena tidak adanya penumpang.

Penumpang Terus Menurun Tiap Tahun, Terminal Baranangsiang Terancam Tinggal Kenangan
TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan
terminal Baranangsiang Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Kondisi Terminal Baranangsiang kondisinya terlihat memprihatinkan.

Dari data yang diterima TribunnewsBogor.com, dari Kepala Terminal Baranangsiang, Sumardono sejak 2010 terus terjadi penurunan penumpang.

Bahkan beberapa armada bus terpaksa menghentikan operasionalnya karena tidak adanya penumpang.

"Seperti pada tahun 2017 hingga 2018 penurunan kendaraan yang operasional mencapai 8,7 persen sedangkan untuk untuk penumpang 10,5 persen, dan hingga hari ini lebaran penumpang tahun lalu itu h-5 mencapai 21917 sekarang hanya 19096," katanya.

Sumardono melanjutkan penurunan penumpang disebabkan oleh banyak faktor.

Baca: Baim Wong Akhirnya Pamer Pacar Baru, Ternyata Bukan Wanita Sembarangan, Begini Sosoknya !

Satu diantaranya adalah terkait fasilitas yang ada di dalam terminal.

Ia pun menbandingkan kondisi terminal dengan stasiun.

Menurutnya setiap tahun stasiun selalu mengalami perubahan dan perkembangan, berbeda dengan terminal yang kondisinya makin memperihatinkan.

"Persaingan modal semakin banyak perubahan, baik dari fasilitas maupun operasional, seperti kereta di stasiun setiap tahun ada penambahan fasilitas di stasiun, karena faktor terminal karena fasilitas terminal masih seperti ini, semakin hari kan tidak ada pemeliharan makanya kita,Saya selaku dari regulasi disini hanya sebatas sementara, karena terminal ini masih masa  transisi dari daerah ke pusat," ujarnya.

Baca: Terungkap ! Nenek 78 Tahun Mengaku Hamil 7 Bulan, Dinkes Tunjukkan USG-nya, Ini Hasilnya

Sumardono pun khawatir jika terus dibiarkan ini akan membahayakan keberlangsungan terminal itu sendiri.

"Yang jelas menurut saya bukan bahaya lagi, yang jelas jika tidak ada revitalisasi pemerintah pusa, ini akan hanya jadi  kenangan Terminal Baranangsiang, jangankan hanya bicara kedepan ya sekarang saja sudah proses," ujarnya.

Penulis: Afdhalul Ikhsan
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help