Punya Metode Perhitungan Sendiri, Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Bogor Lebaran Besok Rabu

Ia juga mengatakan perhitungan masa bulan puasa setiap tahunnya memang kerap berbeda namun terkadang juga sama dengan perhitungan pemerintah

Punya Metode Perhitungan Sendiri, Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah di Bogor Lebaran Besok Rabu
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah serentak memperingati hari Idul Fitri 1439 Hijriah besok Rabu (13/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGOMBONG - Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah serentak memperingati hari Idul Fitri 1439 Hijriah besok Rabu (13/6/2018).

Nazir Majelis Dzikir Darussalam Bogor, Syekh Muda Maulana Syarif Alam, mengatakan bahwa perhitungan masa bulan puasa yang dipegang berdasarkan Hisab Qomariyah.

"Ada tim majelis fatwa di bawah pimpinan (Naqsyabandiyah), Buya DR Syekh Salman Daim," ujar Maulana kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (12/6/2018).

Ia mengatakan bahwa pusat Tarekat Naqsyabandiyah berada di Bandarejo, Simalungun, Sumatra Utara.

Baca: Baim Wong Akhirnya Pamer Pacar Baru, Ternyata Bukan Wanita Sembarangan, Begini Sosoknya !

Serta ada dua cabang lain yakni di Riau kemudian di Bogor di Kampung Pasir Jawa, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

"Kita gak tahu pemerintah perhitungannya gimana, tapi kita punya perhitungan sendiri, perhitungan itu turun temurun lah karena dalam tarekat kita ini salah satunya yang kuat itu adab, kita patuh pada guru kita dan kita mengikuti," ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa mereka bukanlah aliran agama Islam, melainkan hanya tarekat dan ibadah wajib, busana pun sama dengan Madzhab Syafi'i yang dipegang kebanyakan warga Indonesia.

Ia juga mengatakan bahwa di Indonesia jamaah Naqsyabandiyah memiliki sekitar 500 ribu jamaah dan untuk jamaah pulau jawa berpusat di Cigombong Bogor.

"Kita tidak melihat bercadar apa, madzhabnya apa, NU atau Muhamadiyah kita tidak melihat itu, ini kan tempat berdzikir siapa pun yang ingin berdzikir, gak ada perbedaan-perbedaan itu gak ada," katanya.

Ia juga mengatakan perhitungan masa bulan puasa setiap tahunnya memang kerap berbeda namun terkadang juga sama dengan perhitungan pemerintah Indonesia.

Baca: Terungkap ! Nenek 78 Tahun Mengaku Hamil 7 Bulan, Dinkes Tunjukkan USG-nya, Ini Hasilnya

Pantauan TribunnewsBogor.com, kini sejumlah jamaah di majelis tersebut melakukan takbiran dengan volume pengeras suara diperkecil untuk menghormati warga yang lain di sekitar majelis tersebut.

Mereka juga sedang menunggu kedatang jamaah lain dari berbagai daerah di Pulau Jawa untuk melaksanakan shalat Idul Fitri besok pagi.

"Kita berdiri di sini sejak 2006, sejak saat itu saya inget, seringkali berbeda (bulan puasa), tapi kita tidak menginikan perbedaanya, cuman kita punya Hisab Qomariyah sesuai perhitungan tarekat Naqsyabandiyah, sama (dengan pemerintah) juga pernah," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help