Info Mudik 2018

Harga Tiket Bus AKAP Naik 2 Kali Lipat di Cileungsi, Dishub Kabupaten Bogor Tutup Mata

Harga tiket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Cileungsi, Kabupaten Bogor naik dua kali lipat

Harga Tiket Bus AKAP Naik 2 Kali Lipat di Cileungsi, Dishub Kabupaten Bogor Tutup Mata
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Harga Tiket Bus 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Harga tiket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Cileungsi, Kabupaten Bogor naik dua kali lipat sejak libur lebaran kemarin.

Menanggapi kenaikan tarif tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bogor, Eddi Wardani mengaku pihaknya belum mendapatkan laporan kenaikan tarif tersebut.

Saat ini, kata Edi, pihaknya tengah fokus menjamin kelancaran arus mudik lebaran 2018.

"Kami masih fokus untuk kelancaran angkutan lebaran, Namun apabila ada laporan dari masyarakat dengan bukti yang kuat, maka akan ditindak perusahaan angkutannya setelah lebaran," ujarnya saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Rabu (13/6/2018).

Ia pun mengatakan, Menteri Perhubungan melalui Peraturan Menteri Perhubungan nomor 36 tahun 2016 tentang tarif batas atas dan tarif batas bawah penumpang AKAP telah mengatur batas minimum dan maksimal harga tiket bus yang boleh dibebankan kepada penumpang.

"Iya jadi ada harga tertinggi dan terendahnya, bisa dilihat dari jaraknya," katanya.

Ia melanjutkan bahwa dalam peraturan menteri tersebut, jarak antarkota antarprovinsi terbagi atas dua wilayah.

Wilayah I terdiri atas Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Sedangkan Wilayah II terdiri dari Kalimantan, Sulawesi dan pulau lainnya.

"Wilayah I tarifnya antara Rp 95 sampai 155 ribu, kalau wilayah II mulai dari Rp 106 sampai 172 ribu, tuturnya.

Namun, kata dia, bila masih ada PO Bus yang menyalahi aturan dengan memberlakukan harga diatas dari harga yang telah ditentukan, maka pihaknya tak segan memberikan sanksi.

"Jadi memang sudah diatur dalam peraturan menteri itu, kalau ada yang menyalahi aturan akan dikenakan sanksi pembekuan ijin operasionalnya,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang petugas PO Bus di Terminal Cileungsi, Yusuf Pratomo, mengatakan, pada momen mudik lebaran seperto sekarang biasanya setiap PO Bus menaikkan tarif.

Kenaikan tersebut berdasarkan arahan dari Kantor PO Bus masing-masing.

"Ya setiap hari naik harganya, paling tinggi itu untuk bus jurusan Wonosobo bisa mencapai Rp 600 ribuan untuk kelas eksekutif dari harga biasanya Rp 300 ribuan," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (10/6/2018).

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help