Ini Sejarah Kenapa Ketupat Selalu Ada Di Lebaran Indonesia

Hal itu dia lakukan terus menerus sampai seluruh kantong janur yang akan dimasaknya terisi beras.

Ini Sejarah Kenapa Ketupat Selalu Ada Di Lebaran Indonesia
Tribunnews.com
Mengerikan, inilah kegunaan lain dari ketupat 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Dengan tangan telaten Yuli memasukkan beras yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan ke dalam anyaman pucuk daun kelapa berbentuk kantong segi empat.

Sesudah terisi tiga perempat beras, ia pun menutup kembali lubang yang ada di ujung kantong dengan cara merapatkan kembali janur.

Hal itu dia lakukan terus menerus sampai seluruh kantong janur yang akan dimasaknya terisi beras.

Sesudah semua terisi, barulah kantong-kantong itu dimasukan ke dalam panci berisi air untuk direbus minimal 4 jam hingga menjadi ketupat.

Selain membuat ketupat untuk keluarganya sendiri, ibu yang bermukim di Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini, juga memasak ketupat pesanan keluarga muslim yang ada di sekitarnya.

Menjelang Idul Fitri, banyak umat Islam di Indonesia memasak ketupat untuk dihidangkan sebagai menu utama di hari raya Lebaran.

Namun, karena proses memasak ketupat yang ribet dan memakan waktu lama, sebagian keluarga muslim lebih memilih membeli ketupat yang sudah jadi ketimbang memasaknya sendiri.

Nah, untuk alasan itulah Yuli memasak banyak ketupat. Ia membandrolnya dengan harga cukup terjangkau, yaitu Rp 2.000 per ketupat ukuran sedang.

Selain Yuli, masih banyak orang lain di luar sana yang menjual ketupat matang untuk keperluan hari taya Idul Fitri.

"Tiap Lebaran ya harus ada hidangan ketupat karena sudah tradisi," kata Suripah, salah satu warga di Kedoya Utara yang memesan ketupat matang di Ibu Yuli, Kamis (14/6/2018).

Halaman
12
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved