Kesibukan Masjid Raya Bogor, Counter Zakat Buka dan Sholat Ied di Imami Oleh Seorang Hafidz

Tak hanya itu warga Kota Bogor masih berdatangan untuk mensucikan harta mereka.

Kesibukan Masjid Raya Bogor, Counter Zakat Buka dan Sholat Ied di Imami Oleh Seorang Hafidz
TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikshsan
Seorang warga mendatangi Mesjid Raya Bogor untuk membayar zakat fitrah, Kamis (14/6/2018) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Di penghujung bulan suci ramadhan Masjid Raya Bogor masih disibukkan kegiatan seperti pelayanan counter zakat.

Kemudian persiapan untuk sholat Idul Fitri, karena Masjid Raya Bogor yang berlokasi di Jalan Pajajaran, Baranangsiang, Bogor timur, Kota bogor, Jawa Barat telah membuka Shalat Ied berjamaah bagi warga Kota Bogor.

Tak hanya itu warga Kota Bogor masih berdatangan untuk mensucikan harta mereka.

Seperti pantauan TribunnewsBogor.com masih ada beberapa warga membayar zakat fitrah, zakat maal, zakat profesi, infaq, shodaqoh dan wakaf.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Bogor, Ahmad Fathoni membenarkan bahwa kegiatan di Masjid Raya Bogor masih tengah sibuk jelang lebaran ini.

"Iya masih sibuk, seperti penerimaan zakat terus nanti pembagian nya, kemudian nanti juga ada perlombaan, belum persiapan buat sholat besok dan lain lain," ucapnya

Kemudian, Fathoni mengajak seluruh umat muslim dipenjuru Kota Bogor untuk hadir meramaikan Salat Ied yang dilakukan mulai pukul 06.30 WIB.

"Kalau dikita itu Imam udah masuk ruangan mimbar berarti udah dimulai perkiraan setengah tujuh mulai sampai selesai jam delapan," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (14/6/2018).

Masih kata dia, nantinya yang akan menjadi Imam shalat Idul Fitri adalah Imam Haji Suryadi, beliau merupakan seorang hafidz, kemudian untuk khatib nya yakni Hasan Basri Tanjung.

Ia berharap agar para warga Kota Bogor yang akan melakukan salat Ied di Masjid Raya agar tertib dan tepat waktu.

"Seperti tahun kemarin kita biasanya sampai keluar masjid karena banyak jamaah nya, sementara masjid bisa menampung sekitar 6 ribu jamaah," tukasnya

Sekedar informasi, Masjid Raya Bogor didirikan menggunakan uang gaji pegawai negeri sipil dan dirancang oleh arsitek FX Silaban yang beragama Nasrani.

Perencanaan pembangunan Masjid Raya Bogor diawali pada tahun 1965 silam.

Penulis: Afdhalul Ikhsan
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help