TERPOPULER - Teringat Pemilu 1999, Yusril Tak Mau Ikut-Ikutan Manuver Amien Rais yang Ingin Nyapres

Ia juga membahas soal masa lalu ketika Pemilu 1999, dimana Amien Rais pernah mengajaknya untuk mendukung alias Gus Dur sebagai presiden.

TERPOPULER - Teringat Pemilu 1999, Yusril Tak Mau Ikut-Ikutan Manuver Amien Rais yang Ingin Nyapres
Kolase Foto TribunnewsBogor.com
Yusril Ihza Mahendra dan Amien Rais 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Niat Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk maju menjadi calon Presiden dalam Pilpres 2019 rupanya tak didukung oleh Ketua Umum Partai Bembangunan Bangsa (PBB), Yusril Ihza Mahendra.

Malahan, Yusril mengait-ngaitkan niat Amien Rais itu kepada Pemilu 1999 lalu.

Sebelumnya diketahui, Amien Rais terinspirasi oleh sosok Mahathir, yang walaupun usianya senja namun berhasil memenangkan Pemilu Malaysia.

"Mbah Amien Rais ini walaupun tua juga nggak apa-apa. Begitu Mahathir jadi, saya jadi remaja lagi. Saya pun juga sedikit agak layak (maju capres 2019). (meski) sudah agak kuno," ujar Amien Rais usai berbuka puasa di Rumah Dinas Zulkifli Hasan yang dilansir dari Tribunnews.com.

Amien Rais menyebut Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad menjadi sosok perubahan visi maupun pola pikir bagi masyarakat.

Selain itu, Partai Amanat Nasional (PAN) juga serius mengajukan Ketua Dewan Kehormatan Amien Rais maju menjadi calon presiden 2019.

Baca: Kehamilan Nenek 78 Tahun Dibantah Lewat Hasil USG, Ini Alasan Perutnya Membuncit Seperti Hamil

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi kepada Tribunnews.com, Minggu (10/6/2018).

"PAN serius mencalonkan pak Amien Rais running for President 2019," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR ini.

Alasannya kata elite PAN ini, Amien memiliki integritas sebagai pemimpin nasional, cinta NKRI dan cinta rakyat Indonesia.

Selain juga Amien memiliki konsep dan kapasitas leadership dalam memimpin perjuangan bangsa Indonesia menuju pada cita-cita Nasional sesuai berdirinya Negara Republik Indonesia.

Halaman
1234
Penulis: Yudhi Maulana Aditama
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help