Usai Libur Lebaran, Rupiah Diprediksi Dibuka Melemah setelah Libur Panjang

Jika nilai tukar sebelum libur, yakni pada 8 Juni 2018 ada di level Rp 13.902, maka untuk hari ini diprediksi akan tembus di level Rp 14.000.

Usai Libur Lebaran, Rupiah Diprediksi Dibuka Melemah setelah Libur Panjang
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Uang dollar Amerika Serikat dan rupiah di sebuah bank nasional di Jakarta, beberapa waktu lalu 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan dibuka melemah pada awal perdagangan hari ini setelah libur panjang Lebaran.

Jika nilai tukar sebelum libur, yakni pada 8 Juni 2018 ada di level Rp 13.902, maka untuk hari ini diprediksi akan tembus di level Rp 14.000.

"Rupiah hari ini diprediksi dibuka melemah di kisaran Rp 14.050 sampai Rp 14.100. Hal ini didorong oleh fenomena super dollar yang terus berlanjut, diindikasikan dengan US Dollar Index yang mencapai level 95, tertinggi dalam 11 bulan terakhir," kata ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/6/2018) pagi.

Menurut Bhima, Indonesia perlu mewaspadai dampak penguatan dollar AS terhadap seluruh mata uang di dunia yang terus berlangsung. 

Ditambah adanya eskalasi perang dagang AS dengan China, potensi peningkatan produksi minyak OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries), dan ekspetasi kenaikan Fed Fund Rate yang sampai 4 kali dalam tahun ini disertai penghentian quantitative easing oleh European Central Bank (ECB).

"Hal-hal itu bisa jadi sinyal dana asing akan keluar dari negara berkembang," tutur Bhima.

Sebelumnya, Bank Indonesia membuka kemungkinan untuk menaikkan kembali suku bunga acuan atau BI 7-Day Repo Rate melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada akhir Juni ini. Bhima memandang, jika suku bunga acuan kembali dinaikkan, diharapkan bisa sedikit meredam gejolak nilai tukar rupiah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rupiah Diprediksi Dibuka Melemah setelah Libur Panjang Lebaran",

Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help