Agar Tak Kena Tilang, Ini Bedanya Parkir dan Berhenti

Bedanya tipis, tapi mengetahui bedanya bisa menghindari dari tilang polisi ataupun adu argumen ketika terjadi masalah di jalanan.

Agar Tak Kena Tilang, Ini Bedanya Parkir dan Berhenti
TribunNewsBogor.com/Aris Prasetyo Febri
Mobil pribadi digembok petugas Dishub karena parkir di jalur SSA Jalan Ir H Djuanda, Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (15/3/2018) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Saat mudik dan balik, intensitas kendaraan di jalanan sangat pekat dan bukan tidak mungkin terjadi gesekan.

Biar tidak jadi saling adu kuat, ada baiknya kita mempelajari peraturan lalu lintas, salah satunya soal kendaraan berhenti dan parkir.

Berhenti dan parkir merupakan dua kondisi yang berbeda menurut peraturan.

Sederhananya, berhenti yakni ketika kendaraan belum ditinggal pengemudi.

Sedangkan parkir definisinya saat kendaraan ditinggal pengemudinya.

Bedanya tipis, tapi mengetahui bedanya bisa menghindari dari tilang polisi ataupun adu argumen ketika terjadi masalah di jalanan.

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan menderek mobil yang berhenti di Jalan Panglima Polim III, Jakarta Selatan, yang tidak memiliki rambu parkir huruf P berwarna biru, Rabu (18/4/2018).

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan menderek mobil yang berhenti di Jalan Panglima Polim III, Jakarta Selatan, yang tidak memiliki rambu parkir huruf P berwarna biru, Rabu (18/4/2018).
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan menderek mobil yang berhenti di Jalan Panglima Polim III, Jakarta Selatan, yang tidak memiliki rambu parkir huruf P berwarna biru, Rabu (18/4/2018). ((KOMPAS.com/NURSITA SARI))

Peraturan soal berhenti dan parkir terdapat pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pada pasal 1 poin 15 dijelaskan, “Parkir adalah keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya”.

Pada Pasal 1 poin 16 diterangkan juga, “Berhenti adalah keadaan kendaraan tidak bergerak untuk sementara dan tidak ditinggalkan pengemudinya”.

Hukuman buat pelanggar berhenti atau parkir dijelaskan di Pasal 287 Ayat 3, yakni ancaman pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengerti Bedanya Berhenti dan Parkir"

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help