Home »

News

» Sains

Cegah Kebusukan Buah, Mahasiswa IPB Manfaatkan Limbah Kulit Kakao

Sebelum dijadikan agen penyalut, bahan pektin tersebut terlebih dahulu dijadikan nanopartikel.

Cegah Kebusukan Buah, Mahasiswa IPB Manfaatkan Limbah Kulit Kakao
Humas IPB

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Buah setelah dipanen lambat laun akan mengalami penurunan kualitas hingga membusuk.

Untuk mempertahankan daya simpan dan kualitasnya dapat dilakukan dengan teknik penyalutan (coating).

Tiga mahasiswa Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor (IPB), Eva Aolia Zuhra, Jembar Pambudi dan Ari Fahreza Mantovany, di bawah bimbingan Dr. Laksmi Ambarsari, MS membuat coating agent (agen penyalut atau pembungkus) dari nanopartikel pektin limbah kulit kakao.

“Buah yang telah dipanen sebenarnya masih hidup artinya masih mengalami  proses metabolisme. Pada buah tersebut terdapat pori-pori. Ketika porinya tertutup dengan coating (penyalut) maka Karbondioksida (CO2) dari dalam buah tidak dapat keluar dan Oksigen (O2) tidak dapat masuk sehingga metabolisme dan pembusukan buah akan terhambat,” tutur Jembar.

Tim ini sengaja memilih kulit kakao karena dianggap kurang termanfaatkan. Dalam proses pembuatannya mereka memanfaatkan mesokarp dari kulit kakao yang kemudian diambil zat pektinnya. “Selama ini kulit kakao dianggap sebagai limbah dan jarang digunakan, namun ternyata setelah kita cek ternyata banyak mengandung pektin dan potensial sebagai sumber pektin,” ujarnya.

Sebelum dijadikan agen penyalut, bahan pektin tersebut terlebih dahulu dijadikan nanopartikel.

Pektin berukuran nanopartikel memiliki keunggulan dibandingkan dengan sebelumnya.

“Pektin tersebut terlebih dahulu kita proses menjadi nanopartikel agar lebih baik. Kita buat  menjadi nanopartikel dengan metode gelasih ionik. Dengan ukuran nanopartikel akan meningkatkan kemampuan fisikokimia pektin itu sendiri karena tujuan pemanfaatan pektin ini adalah sebagai penyalut (pembungkus). Jadi alasan dibuat nanopartikel itu, agar ia nanti menutup dan melapisi secara merata dengan kompak, dan karena bentuknya nano jadi tidak terlihat (transparan),” tuturnya.

Bentuk dari agen penyalut ini nantinya adalah berupa serbuk. Dalam aplikasinya, serbuk tersebut dilarutkan dalam air dengan dosis tertentu.

Buah yang akan di-coating dicelupkan ke dalam larutan yang telah dicampur serbuk pektin atau dengan cara disemprotkan. Selain dapat mempertahankan kualitas buah, pektin juga memiliki sifat antimikroba terhadap bakteri dan jamur.

“Secara prinsip, buah setelah di-coating akan terlihat lebih cerah mengkilap serta akan sulit untuk ditumbuhi oleh jamur dan patogen lain. Sejauh ini kita telah sampai pembuatan nanopartikel tinggal dalam proses optimasi dan akan kita cari konsentrasi yang tepat dalam aplikasinya,” ungkapnya.

Dengan ide tersebut tim ini berhasil lolos Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKMPE) yang diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI. Mereka memberi judul pada proposalnya yaitu “Coating Agent Nanopartikel Zinkpektin dari Limbah Kulit Kakao sebagai Penghambat Pematangan Buah Apel Malang,”.

Mereka berharap agen penyalut ini nantinya dapat digunakan di berbagai buah termasuk pada buah terolah minimal seperti buah potong.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help