Rupiah Melemah Cukup Dalam di Level Rp 14.344 per Dolar AS, Ini Penyebanya

minimnya sentimen positif tersebut membuat laju Rupiah kembali tertahan kenaikannya.

Rupiah Melemah Cukup Dalam di Level Rp 14.344 per Dolar AS, Ini Penyebanya
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Uang dollar Amerika Serikat dan rupiah di sebuah bank nasional di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Minimnya sentimen positif dari dalam negeri membuat pergerakan nilai tukar Rupiah pada penutupan perdagangan sore ini, Kamis (28/6/2018) melemah cukup dalam kel level Rp 14.344 per dolar AS.

Sementara, data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menunjukkan, nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp 14.271 per dolar AS. Posisi ini merupakan yang terendah dalam tiga tahun terakhir sejak Oktober 2015 lalu.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menilai, minimnya sentimen positif tersebut membuat laju Rupiah kembali tertahan kenaikannya.

Adanya pernyataan kontradiksi dari Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, yang pesimis pertumbuhan ekonomi kuartal dua 2018 tidak akan mencapai 5,2 persen, menahan penguatan Rupiah.

Padahal sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani, menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua dapat mencapai 5,2 persen lebih baik dari periode kuartal pertama sebesar 5,06 persen.

 “Meningkatnya minat pelaku pasar terhadap mata uang safe haven selain dolar AS untuk mengantisipasi masih adanya sentimen perang dagang AS-Tiongkok dikhawatirkan dapat membuat Rupiah kembali melemah,” kata Reza.

Sementara, Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono berpendapat, setidaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan rupiah melemah.

Pertama, adalah sikap pelaku pasar yang masih khawatir akan potensi terjadinya perang dagang AS-Tiongkok.

“Karena pelemahan rupiah termasuk yang paling besar di antara negara-negara emerging markets, maka patut diduga ada faktor internal kita,” kata Tony, kepada Tribunnews.com, Kamis (28/6/2018).

Selanjutnya, Tony menilai neraca perdagangan pada Mei 2018 yang kembali mengalami defisit senilai 1,52 miliar dolar AS, Sementara itu, secara tahun kalender pada periode Januari hingga Mei 2018, nercara perdagangan mengalami defisit sebesar 2,83 miliar dolar AS. 

“Saya duga, kinerja neraca perdagangan yg masih defisit pada bulan Mei ikut menekan rupiah. Faktor lain juga merosotnya cadangan devisa menjadi 122 miliar dolar AS,” tandasnya.

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved