PPDB Online

Banyak Dikomplain Warga, Ombudsman Akan Panggil Pembuat Aplikasi PPDB Jawa Barat

Pemanggilan itu dilakukan, berdasarkan aduan masyarakat yang mengaku ada perubahan di aplikasi milik Disdik Provinsi Jabar.

Banyak Dikomplain Warga, Ombudsman Akan Panggil Pembuat Aplikasi PPDB Jawa Barat
TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan
Posko pengaduan PPDB 2018/2019 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya akan memanggil pembuat aplikasi ppdb.jabarprov.go.id

Pemanggilan itu dilakukan, berdasarkan aduan masyarakat yang mengaku ada perubahan di aplikasi milik Disdik Provinsi Jabar.

Kepala Divisi Pendidikan Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Rully Amirullah mengatakan bahwa selama dibuka posko aduan, masyarakat kerap mengeluhkan persoalan aplikasi yang kerap kali berubah-ubah.

"Selama dibuka posko aduan kami di tim ombudsman RI mendapat laporan aplikasi itu tidak stabil, sering mati juga banyak perubahan, error," katanya kepada TribunnewsBogor.com saat dikonfirmasi, Senin (9/7/2018).

"Seperti yang baru baru ini, SMAN 1 Kota Bogor dilaporkan karena ada perubahan, awalnya daftar WPS tapi bergeser Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM)," imbuhnya.

Nia Ramadhani Diberi Bunga Mawar oleh Bule, Ardi Bakrie Cemburu: Gue Kasih Gak Pernah Sesenang Gitu

Tak hanya persoalan KETM saja, tapi ada beberapa kasus yang memang banyak terjadi.

Seperti Warga Penduduk Sekitar (WPS) ada perubahan jarak yang awalnya 1,5 meter berubah menjadi 10 kilometer.

"Laporan ini bukan hanya dialami SMAN 1 Kota Bogor saja hampir semua sekolah banyak, mereka juga kebingungan, loh kok saya daftar kesini jadinya kok pindah kesini," ujarnya.

"Kadang error, ada juga ketika pendaftar contohnya jarak sekolah 1.5 km tiba-tiba di aplikasi itu jadi 10 km, nah itu juga harus dipertanyakan," imbuhnya.

Bertemu di Satu Acara Begini Sikap Luna Maya ke Ayu Ting Ting, Perhatikan Tangannya

Rully menilai sosialisasi PPDB oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat masih kurang. Pasalnya banyak masyarakat yang belum mengerti.

"masyarakat memang banyak yang belum paham hal seperti itu, kembali lagi ke masalah sosialisasinya," tuntasnya.

Hingga informasi ini dibuat, pihak Ombudsman masih menerima posko aduan diantaranya di Kota Bogor.(*)

Penulis: Afdhalul Ikhsan
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help