Awan Menyerupai Ombak Besar Gegerkan Warga, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Gambar formasi gumpalan awan luar biasa itu telah menjadi viral setelah dibagikan melalui situs sosial Facebook, Twitter dan aplikasi WhatsApp.

Awan Menyerupai Ombak Besar Gegerkan Warga, Ini Penjelasan Ilmiahnya
bharian.com.my
Formasi awan di daerah pantai barat Sabah, Selasa (10/7/2018) pagi waktu setempat 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Warga di pantai barat Sabah, Malaysia dibikin heboh melihat seperti 'ombak besar' dan angin puting beliung.

Adapun gumpalan awan tersebut terjadi sekitar pukul 7 pagi hingga jam 7.30 pagi waktu setempat, ketika cuaca mendung sebelum disusul hujan lebat, Selasa (10/7/2018).

Penduduk setempat, Jamal Djupri (37) mengatakan, ia melihat awan berkenaan sewaktu berada di lapang Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Beaufort.

Saat itu, ia ingin memulai sesi pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan bersama 25 siswa sekitar jam 7.10 pagi.

Sudah Dinyatakan Tewas Oleh Dokter, Warga Lihat Keanehan Ini Pada Tubuh Pemuda yang Dipatuk Kobra

"Fenomena ini bukan pertama kalinya terlihat karena situasi yang sama tahun lalu dan 2016. Cuacanya mendung dan agak berangin. Namun, setelah rentang waktu sekitar lima menit, hujan deras seperti itu," katanya kepada BHonline, sebagaimana dilansir melalui laman mynewshub.

Gambar formasi gumpalan awan luar biasa itu telah menjadi viral setelah dibagikan melalui situs sosial Facebook, Twitter dan aplikasi WhatsApp.

Direktur Departemen Meteorologi Sabah, Azmi Daud mengatakan, fenomena awan terlihat seperti ombak pagi tadi dikenal sebagai garis badai Borneo atau kumpulan badai dan tidak membahayakan.

Sebelum Tewas, Pemuda Ini Sempat Tanya Kejanggalan King Cobranya ke Panji: Kok Bisa Gini Bang?

Dia mengatakan, situasi itu terbentuk di perairan dan daerah pantai di sekitar barat Sabah pagi karena angin dari laut yang menyebabkan awan kelihatan bergulung-gulung seperti ombak.

"Itu karena angin barat daya bertiup di daratan pada pagi hari.

"Kami berharap cuaca mulai kembali normal pada malam hari," katanya, seraya menambahkan bahwa fenomena ini memang terjadi di negara itu sebelumnya.

(Tribun Pontianak/ Asmadi)

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help