Siswi SMK Meninggal Usai Diperkosa

Siswi SMK Di Bogor Diduga Meninggal Karena Depresi, Ini Tanggapan Dokter Spesialis Kejiwaan

Menurutnya depresi berat dapat muncul gejala halusinasi yg memperberat kondisi pasien yang mengalaminya.

Siswi SMK Di Bogor Diduga Meninggal Karena Depresi, Ini Tanggapan Dokter Spesialis Kejiwaan
Tribunnews.com/Ilustrasi
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR - Seorang siswi SMK di Kabupaten Bogor diduga meninggal dunia karena dipresi.

Remaja berusia 16 tahun tersebut diduga mengalami depresi usai mendapatkan perbuatan tak senonoh dari teman dan kekasihnya.

Seorang Psikiater yang juga Kepala Instalasi Rehabilitasi psikososial di RS.Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor Dr.Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan bahwa depresi bisa saja menyebabkan kematian.

Menurutnya depresi berat dapat muncul gejala halusinasi yg memperberat kondisi pasien yang mengalaminya.

"Apabila tidak ditangani dengan baik maka kondisi fisik dan mental akan makin menurun dan bisa berujung pada kematian," katanya, Selasa (10/7/2018) saat dimintai tanggapan terkait dugaan seorang remaja tewas karena mengalami depresi.

Cerita Sahabat Korban Pemerkosaan di Bogor, Almarhum Datang ke Rumah Saya

Dr Lahargo juga menjelaskan bahwa depresi atau gangguan kejiwaan biasanya ditandai dengan adanya perubahan pada seseorang.

"Iya depresi ditandai dengan gejala mood yang menurun, sedih, menangis, kehilangan minat dan gairah hidup, kurang energi, mudah lelah, gangguan pada pola tidur, gangguan pada pola makan, konsentrasi menurun, perasaan masa depan suram, dan keinginan untuk mengakhiri hidup, jika ada tanda seperti itu harus segera ditangani," ujarnya.

Mengenai faktor penyebabnga, Pria yang juga membuka praktek di Rs Siloam Bogor ini pun menjelaskan bahwa depresi bisa dikarenakan banyak faktor.

Diantaranya adalah dari faktor keturunan, riwayat depresi sebelumnya, mendapatkan obat-obatan yang diminum rutin yang memicu depresi seperti obat golongan steroid, riwayat penyakit berat dan menahun.

"Selain itu dipresi juga bisa disebabkan oleh permasalahan dalam kehidupan yang tidak didapatkan solusi atau jalan keluarnya, keinginan yang tidak tercapai, kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat dikasihi, kekecewaan dalam hidup, dan masalah lainnya," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved