Pilkada Bupati Bogor 2018

Hasil Pilkada Kabupaten Bogor Digugat, KPU Tunggu Putusan MK

Gugatan tersebut didaftaran pada Selasa, 10 Juli 2018 pukul 15.54 WIB dengan pokok perkara perselisihan Hasil Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Bogor.

Hasil Pilkada Kabupaten Bogor Digugat, KPU Tunggu Putusan MK
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Paslon Bupati Bogor, Ade Jaro-Ingrid Kansil 

Laporan Wartaan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Hasi rapat pleno rekapitulasi Pilbub Bogor 2018 digugat satu di antara pasangan calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Bogor

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor urut 3, Jaro Ade-Inggrid Kansil (JADI) melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin.

Kuasa Hukum Pasangan Jadi, Herdiyan Nuryadin mengatakan, gugatan terhadap hasil pleno Pilbub Bogor 2018 tersebut diajukan pada Selasa (10/7/2018).

"Ya sore tadi kita sudah gugat ke MK," katanya kepada TribunnewsBogor.com.

Ia menjelaskan bahwa gugatan yang dilayangkan pihaknya itu berkaitan dengan adanya temuan khusus pada pelaksanan Pilkada Kabupaten Bogor.

"Salah satunya soal DPTB, kami sudah siapkan bukti-bukinya juga," terangnya.

Berdasarkan data yang diterima TribunnewsBogor com, perkara Pilkada Kabupaten Bogor terdaftar dengan nomor gugatan APPP 30/1/PAN.MK/2018.

Gugatan tersebut didaftaran pada Selasa, 10 Juli 2018 pukul 15.54 WIB dengan pokok perkara perselisihan Hasil Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Bogor.

Sementara itu terpisah, Komisioner KPU Kabupaten Bogor Divisi Hukum, Erik Fitriadi mengatakan, pihaknya telah mengetahui adanya gugatan tersebut.

Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menunggu keputusan MK terkait gugatan yang dilayangkan paslon nomor urut 3 itu.

"MK akan merilis tanggal 23 Juli. Terkait diterima atau tidak diterima gugatan kita tunggu saja," ujarnya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com.

Ia pun menjelaskan bahwa yang berhak memeriksa perselisihan hasil pemilihan itu adalah MK.

"MK mungkin nanti punya pertimbangan lain untuk memutuskan apakah gugatan tersebut diteriama atau tidak," tandasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help