Mendikbud Berharap Sistem Zonasi Dapat Menyamaratakan Kualitas Sekolah

Kata Muhadjir, salah satu kecurangan tersebut adalah adanya praktik jual beli kursi antara pihak sekolah dan orangtua siswa.

Mendikbud Berharap Sistem Zonasi Dapat Menyamaratakan Kualitas Sekolah
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Menggantikan aturan sebelumnya, salah satu isi peraturan ini adalah menggunakan sistem zonasi untuk pemerataan peserta didik.

"Untuk pemerataan kualitas, dan juga untuk mencegah dan menghilangkan praktik-praktik yang kurang baik selama ini terjadi di dalam dengan sistem sebelumnya," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/7/2018).

Kata Muhadjir, salah satu kecurangan tersebut adalah adanya praktik jual beli kursi antara pihak sekolah dan orangtua siswa.

"Kemudian juga banyak katebelece dari orang-orang tertentu untuk memaksakan agar anaknya masuk di sekolah-sekolah yang dianggap favorit, kemudian juga sulitnya kita membuat peta populasi siswa di sebuah daerah. Karena begitu bebasnya semua siswa bisa pindah atau masuk di semua tempat, sehingga kita sulit memetakan," papar Muhadjir.

Harapan Muhadjir, dengan adanya sistem zonasi ini, tidak ada lagi orangtua calon siswa yang berburu sekolah favorit, dan meratanya kualitas antar-sekolah.

"Mari kita bergotong-royong untuk membangun sekolah agar semua kualitasnya setara sama. Tidak ada lagi sekolah favorit dan sekolah nomor buncit yang jadi sekolah buangan itu," harap Muhadjir. (Ilham Rian Pratama)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved