PD Pasar Pakuan Jaya Ambil Sample Makanan yang Diduga Mengandung Bahan Berbahaya

Pada kegiatan tersebut pihak PD Pasar mengambil beberapa sample makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya.

PD Pasar Pakuan Jaya Ambil Sample Makanan yang Diduga Mengandung Bahan Berbahaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Perusahaan Daerah (PD) Pasar Pakuan Jaya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pedagang di Pasar Bogor, Rabu (11/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Perusahaan Daerah (PD) Pasar Pakuan Jaya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pedagang di Pasar Bogor, Rabu (11/7/2018).

Direktur Operasional PD Pasar Pakuan Jaya Syuhairi Nasution mengatakan, sidak tersebut dilakukan untuk menindak lanjuti pelatihan yang diberikan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Pada kegiatan tersebut pihak PD Pasar mengambil beberapa sample makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya.

"Kegiatan ini dalam rangka menindak lanjuti pelatihan yanh diberikan oleh BPOM yang dilakukan beberapa bulan lalu, pelatihan tersebut diikuti oleh  pasar-pasar rakyat dibawah Asperindo," katanya disela-sela sidak.

Syuhairi menjelaskan bahwa sebagai pengelola pasar pihaknya memiliki tanggung jawab untuk ikut memberikan keamanan terhadap barang yang diduga mengandung bahan berbahaya.

"Jadi di sini kami baru pertama kali melakukan sidak mengambil sample dan kita mengujinya dengan alat repeat test yang dihibahkan oleh BPOM, nanti hasilnya akan dipesentasikan di internal dan jika ada yang diduga mengandung bahan berbahaya akan ditindak lanjuti ke badan yang berwenan karena di sini PD Pasar tidak punya hak untuk menindak," jelasnya.

Beberapa dagangan yang diambil sample di antaranya adalah tahu kuning, mie glosor, ayam, daging, ikan asin, dan ketupat.

Selain di Pasar Bogor sidak juga akan dilakukan di beberapa pasar tradisional di Kota Bogor di bawah PD Pasar, di antaranya pasar Jambu Dua, Pasar Sukasari, dan Pasar Gunung Batu.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help