Mantan Pencandu Narkoba Berbagi Kisah Hingga Lupa Keluarga, 'Pertama Dikasih Gratis, Lama-lama Beli'

Salah seorang mantan pecandu di barisan kursi tamu yakni MN, asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, menceritakan saat ia mulai terjebak dengan barang haram

Mantan Pencandu Narkoba Berbagi Kisah Hingga Lupa Keluarga, 'Pertama Dikasih Gratis, Lama-lama Beli'
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Menkopolhukam Wiranto (memegang mikropon) sedang berkomunikasi dengan telewicara disertai dua layar di depan tempat ia duduk dalam acara Peringatan HANI di Balai Rehabilitasi BNN Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (12/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGOMBONG - Dalam acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di BNN Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor, Menkopolhukam Wiranto yang hadir sempat berdialog dengan para mantan pencandu narkoba, Kamis (12/7/2018).

Bersama Kepala BNN Heru Winarko, di atas panggung sempat menanyakan tentang cerita awal mula terjerat narkoba, namun sejumlah mantan pecandu narkoba yang hadir seperti malu untuk menjawab.

"Gak usah malu-malu, kan masa lalu ya, ini sudah masa yang lebih cerah, lebih baik, dan tidak kembali ke sana, ceritain aja supaya yang belum terlanjur gak ke situ," kata Wiranto melalui pengeras suara," Kamis (12/7/2018).

Salah seorang mantan pecandu di barisan kursi tamu yakni MN, asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, menceritakan saat ia mulai terjebak dengan barang haram itu.

Ia mengaku terjerat narkoba adalah berawal dari pergaulan salah satu temannya yang memberinya narkoba secara gratis.

"Awal berjumpa Narkoba berawal dari teman, pak, pertamanya dikasih, pak, gratis, lama-lama beli," kata MN menjawab pertanyaan tersebut.

Salah satu pecandu yang lain, HR asal Aceh mengaku menyesal lantaran keluarganya sendiri terbengkalai akibat dirinya yang terjerat narkoba.

HR mengatakan saat ini ia sedang berjuang agar bisa kembali bekerja seperti biasa dan kembali bersama keluarga yang sangat ia cintai.

Tidak hanya itu, melalui telewicara video call, Wiranto juga berdialog dengan mantan pecandu narkoba salah satunya dari Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Kalimantan Timur.

Mantan pecandu tersebut berinisial RW (26), seorang sarjana (S1) Teknik Sipil yang sudah memakai sabu selama 10 tahun.

"Harapan saya setelah menjalani rehabilitasi di balai Tanah Merah ini saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, pak, dan saya juga pumya harapan ke depannya membantu saudara-saudara kita yang masih terjerat narkoba, pak," kata Ronaldo melalui telewicara.

"Luar biasa ya, saya kira masih SMA saya suruh jadi polisi kamu, supaya nangkepin bandar-bandar narkoba itu ya," timpal Wiranto direspon tawa tamu yang hadir dan juga Ronaldo sendiri.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help